Program MBG di Jombang Terancam Gagal Penuhi Gizi, Makanan Busuk Dikeluhkan Wali Murid
Temuan ini kontras dengan harapan yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam sosialisasi dan evaluasi MBG sebelumnya di Jombang.
JOMBANG, SJP — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali diterpa sorotan tajam oleh wali murid.
Sejumlah wali murid mengaku temukan makanan yang disajikan kepada siswa dianggap tak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi yang dijanjikan, yakni buah busuk dan lauk yang belum matang.
Temuan ini secara serius mempertanyakan komitmen dan pengawasan Pemerintah Kabupaten Jombang hingga pihak terkait terhadap kualitas penyediaan pangan bagi anak-anak sekolah.
Salah satu wali murid dari Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, yang enggan disebut namanya, menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas menu selama sepekan terakhir.
"Dari seminggu ini menunya tidak sesuai standar gizi. Ada buah yang busuk seperti mangga dan salak, lalu tahu baksonya ada yang belum matang," ungkap narasumber berinisial RET, Rabu, (10/12/2025) kemarin.
Ia merinci temuan kontroversial di beberapa institusi pendidikan yang berada di Desa Kebontemu.
Di MI Masyhariyah ditemukan salak busuk dan tahu bakso mentah. Di SDN Kebontemu ditemukan mangga busuk, sementara PAUD Masyhariyah juga menerima tahu bakso mentah.
"Untungnya belum ada anak-anak yang sakit selepas mendapatkan makanan tidak layak tersebut," imbuh dia.
Kekhawatiran wali murid diperparah dengan dugaan penutupan ruang pengaduan oleh penyedia layanan.
RET mengaku, setelah mendapati menu yang tidak sesuai, para wali murid berupaya menyampaikan keluhan melalui akun resmi yang diduga milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Namun, langkah tersebut tak membuahkan hasil.
"Kami sudah mengadukan di akunnya terkait menu yang tidak sesuai, tapi kolom komentarnya justru ditutup dan akunnya diprivat. Kami jadi tidak punya tempat untuk mengadu," keluhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya pernah menegur SPPG atas temuan menu mi basi. Janji evaluasi pun sempat dilontarkan, namun faktanya tidak membuahkan perbaikan signifikan.
"Pihak sekolah sudah pernah mengingatkan ke pihak SPPG. Katanya akan dievaluasi, tapi minggu ini malah makin tidak layak. Seharusnya, setelah ada teguran, makanan harus matang, buah tidak boleh busuk," terangnya.
Wali murid berharap Pemerintah Kabupaten Jombang segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan standar gizi dan kelayakan makanan benar-benar diterapkan oleh setiap SPPG.
"Kami hanya ingin makanan yang layak, sesuai standar gizi, terlebih ini untuk anak-anak sekolah," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan tanggapan maupun menjawab panggilan telepon dari wartawan.
Temuan ini kontras dengan harapan yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam sosialisasi dan evaluasi MBG sebelumnya di Jombang.
Padahal, Nanik telah menekankan pentingnya penguatan pengawasan agar program ini tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga menjamin kelayakan pangan secara menyeluruh.
Insiden ini menjadi indikasi kuat bahwa pengawasan di lapangan masih lemah dan program MBG di Jombang berada di ambang kegagalan mutu. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

