Transformasi Birokrasi Berbasis Teknologi, Pemkot Batu Dorong Layanan Publik yang Lebih Cepat dan Akurat

Selain efisiensi, Pemkot Batu menargetkan pembenahan birokrasi ke arah transparansi dan akuntabilitas. Aplikasi digital dianggap mampu memperkecil ruang manipulasi data, memudahkan pengawasan, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat—terbukti dari tren pendapatan PBB yang naik dari Rp 17,4 miliar (2022) menjadi Rp 25,62 miliar (2024).

29 Nov 2025 - 19:45
Transformasi Birokrasi Berbasis Teknologi, Pemkot Batu Dorong Layanan Publik yang Lebih Cepat dan Akurat
Wali Kota Batu Nurochman (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu memperkuat agenda transformasi birokrasi berbasis teknologi dengan menonjolkan dua inovasi digital: Among Tani Crop AI (ATC AI) dan Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB). Kedua inovasi ini dipaparkan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, sebagai langkah nyata memperbaiki kualitas layanan publik sekaligus mempercepat proses administrasi pemerintahan.

Diwawancarai pada Sabtu (29/11/2025) yang menegaskan bahwa penggunaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi lambannya sistem manual dan membangun layanan yang lebih presisi.

“Transformasi digital adalah pondasi birokrasi modern. Kami mengembangkan inovasi ini agar pelayanan publik di Kota Batu semakin cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya. 

Menurutnya ATC AI menjadi contoh konkret penerapan kecerdasan buatan dalam pelayanan pemerintah. Teknologi ini membantu deteksi hama, memprediksi penyakit tanaman, serta memantau organisme pengganggu secara presisi. Bagi pemerintah, hal ini mengubah cara pendampingan petani yang sebelumnya bergantung observasi manual.

Karena dengan sistem yang berbasis data, pendampingan tidak lagi mengandalkan perkiraan. Hal ini juga merupakan upaya Pemkot Batu untuk memastikan pelayanan pemerintah kepada petani jauh lebih tepat sasaran.

Tak hanya itu saja, Inovasi E-PBB menjadi instrumen penting lain dalam reformasi layanan publik. Aplikasi ini memanfaatkan sistem perpajakan terintegrasi dan terhubung dengan Google Maps, memungkinkan wajib pajak melihat lokasi objek pajak hanya dengan memasukkan nomor SPPT. Cara ini menekan antrean tatap muka dan memangkas prosedur yang sebelumnya memakan waktu.

“E-PBB kami dorong untuk menggantikan layanan konvensional yang terlalu lambat. Integrasi digital memberi kepastian data, memudahkan wajib pajak, dan menutup celah kesalahan,” imbuhnya.

Menurut Nurochman, transformasi digital tidak berhenti pada dua inovasi tersebut, tetapi akan diperluas ke berbagai sektor untuk memastikan layanan publik Kota Batu semakin responsif. “Kami ingin birokrasi berjalan tanpa hambatan. Teknologi akan terus kami dorong sebagai tulang punggung pemerintahan yang modern,” tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow