Trans Jatim Berekspansi ke Malang Raya, Tiga Koridor Segera Disiapkan
Kepala Dishub Jatim, Nyono menyebut bahwa koridor baru itu akan menjadi Koridor VIII dengan layanan pada 3 daerah, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
SURABAYA, SJP—Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali memperluas jaringan Bus Trans Jatim. Kali ini fokus pengembangan diarahkan ke wilayah Malang Raya. Rencananya, tiga koridor baru akan segera disiapkan.
Kepala Dishub Jatim, Nyono menyebut, koridor tersebut akan menjadi koridor VIII dengan layanan pada tiga daerah. Meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
"Koridor delapan ini diperintahkan Ibu Gubernur untuk melayani Malang Raya. Jadi koridor Malang Raya itu nanti berisikan tiga koridor. Insyaallah nanti yang diambil adalah koridor tengah," ucap Nyono saat dikonfirmasi pada Rabu (21/5/2025)
Dishub Jatim menargetkan proses awal pembangunan dan pengoperasian dilakukan mulai tahun ini. Strategi pemilihan rute juga mempertimbangkan potensi penumpang tinggi serta wilayah yang belum terlayani angkutan umum secara maksimal.
Nyono mengatakan, selain mempersiapkan tiga koridor baru, saat ini Dishub Jatim juga tengah melakukan kajian mengenai peluang penghubungan wilayah Sidoarjo menuju Malang, bahkan hingga Surabaya.
Koridor VI dan VII Siap Diluncurkan
Sementara koridor VIII dalam proses pengembangan. Nyono menginformasikan bahwa koridor VI dan VII sudah siap untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
Untuk koridor VI dengan rute Sidoarjo-Mojokerto akan siap dioperasikan pada 27 Mei mendatang dan menjadi salah satu bagian dari percepatan integrasi transportasi regional.
Adapun koridor VII dengan rute Sidoarjo–Gresik–Surabaya, juga akan diluncurkan pada Oktober 2025 dan akan melewati jalur barat. Langkah tersebut dipilih sebagai solusi agar tidak berbenturan langsung dengan angkutan kota yang telah lebih dulu beroperasi.
"Kenapa lewat barat? Karena yang lain sudah ada angkot-angkotnya. Saya tidak bisa masuk ke yang angkot-angkot. Nanti saya diprotes," kata Nyono dengan nada setengah berseloroh.
Menurutnya, wilayah barat justru memiliki potensi penumpang besar. Namun minim layanan. Sehingga Trans Jatim dapat masuk secara strategis tanpa konflik lapangan.
Layanan Trans Jatim Madura Masih Fokus di Bangkalan
Sementara ini, layanan Bus Trans Jatim di Pulau Madura masih difokuskan di Bangkalan. Cakupan Trans Jatim di Madura akan diperluas ke kabupaten lain. Seperti Pamekasan dan Sumenep. Namun tidak dalam waktu dekat.
"Untuk Madura sendiri apakah nanti ditambah Trans Jatim? Sementara masih cukup di Bangkalan," ucapnya.
Nyono menjelaskan, wilayah Madura menjadi bagian dari pengembangan kawasan Gerbangkertosusila. Perluasan layanan akan mempertimbangkan kebutuhan wilayah lain. Seperti Pamekasan, sebagian Sampang, dan sebagian Sumenep, yang dikenal sebagai kawasan Bakorwil Pamekasan.
"Itu mungkin ada, tapi next. Tidak sekarang," tambah Nyono.
Trans Laut Jatim Jadi Hadiah Ulang Tahun Provinsi
Meski fokus besar ada pada pengembangan transportasi darat, Pemprov Jatim tahun ini juga akan merambah ke layanan laut dengan rencana program Trans Laut Jawa Timur.
Trans Laut Jatim sendiri akan menggunakan kapal cepat berkapasitas 300 penumpang. Kapal ini akan melayani rute dari Probolinggo ke pulau-pulau sekitar. Seperti Gili Labak, Gili Genting, dan Gili Iyang.
"Trans Laut Jawa Timur mudah-mudahan tahun ini juga bisa rampung. Itu nanti akan menggunakan kapal cepat," kata Nyono.
Program tersebut ditujukan untuk melayani masyarakat kepulauan yang belum memiliki akses transportasi reguler. Sekaligus mendorong pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dishub Jatim menargetkan layanan itu mulai berjalan pada September atau Oktober 2025 mendatang. Hal itu diharapkan menjadi hadiah ulang tahun bagi Provinsi Jawa Timur. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

