Puluhan Hektare Padi Terendam, Pemkab Gresik Diminta Lebih Serius Atasi Banjir

Banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik selalu melanda pemukiman warga setiap tahun. Warga pun mempertanyakan kerja pemerintah dalam menyelesaikan banjir tahunan ini.

21 May 2025 - 16:30
Puluhan Hektare Padi Terendam, Pemkab Gresik Diminta Lebih Serius Atasi Banjir
Suasana banjir imbas luapan Sungai Bengawan Solo di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Luapan Sungai Bengawan Solo merendam sekitar 50 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Gresik. Banjir itu telah terjadi sejak tiga hari terakhir.

"Ada yang sudah tanam beberapa minggu lalu. Sekarang terendam luapan sungai," ucap Ketua RT 19, RW 07, Dusun Kaliwot, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Nur Hasan, Rabu (21/5/2025).

Hasan mengatakan, banjir di Desa Bungah telah merendam puluhan hektare lahan padi di tiga dusun. Yakni Dusun Kaliwot, Dusun Dukuh, dan Dusun Karangpoh.

Oleh karena itu, pihaknya meyakini, petani akan mengalami kerugian cukup besar. Sebab, mereka telah mengeluarkan biaya produksi cukup banyak. Sementara banjir itu terjadi di luar dugaan.

Petani memprediksi, bulan Mei 2025 ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Namun nyatanya, hingga kini masih timbul hujan hingga menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap.

"Ya di luar prediksi," jelas Hasan. 

Di sisi lain, warga sudah kehilangan kesabaran terhadap banjir yang terus berulang setiap tahun. Bahkan banjir tahun ini menimpa tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Dukun, Bungah, dan Manyar.

Salah seorang warga, Ismail, menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik belum terlihat sigap dalam menangani banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang terjadi setiap tahun.

Seharusnya, kata Ismail, Pemkab Gresik bisa lebih sigap dalam menangani banjir. Salah satu langkah pencegahan yang seharusnya dilakukan yaitu membangun tanggul sungai. 

"Paling tidak ya membuat tanggul. Agar masyarakat, khususnya petani, bisa merasa aman saat sungai meluap. Selagi belum ada tanggul atau andil pemerintah, ya akan terus begini," keluhnya, Rabu (21/5/2025).

Kendati begitu, Ismail mengungkapkan, sempat ada wacana pembangunan tanggul mengatasi banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Namun hingga saat ini, wacana itu tidak kunjung terealisasi.

Sementara menurutnya,  banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo terjadi setiap tahun. Bahkan dalam setahun, warga Dusun Kaliwot, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, empat kali dilanda banjir. 

Meski bukan banjir bandang, namun dampak luapan Sungai Bengawan Solo sangat mengganggu aktivitas warga. Mulai dari aktivitas bertani, hingga aktivitas anak-anak saat ke sekolah.

"Terlalu sering terjadi banjir. Warga merasa sudah biasa," ucapnya. 

Keluhan serupa juga datang dari warga lain. Salah satunya dari Nur Hamudi. Dia berhareap,  pembangunan tanggul bisa segera diselesaikan. Dia sudah mengaku bosan dengan banjir setiap musim hujan.

"Tanggul ada pengerjaan tahun kemarin. Katanya masih proses. Cuma tetangga desa, yakni Desa Sukowati belum terjamah sama sekali," ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang menyebut, banjir yang juga merendam pemukiman warga masih naik turun. 

"Kita menduga banjir ini akibat intensitas hujan turun cukup tinggi. Sehingga daerah yang terlintasi Sungai Bengawan Solo meluap sampai ke rumah warga," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow