Trailer Sering Bocor, Rockstar Minta Karyawan Kembali Bekerja Normal di Kantor

Perusahaan ini telah menghadapi beberapa pelanggaran keamanan termasuk bocornya trailer dan soundtrack Grand Theft Auto VI karena karyawan yang bekerja dari rumah dengan jaminan keamanan siber yang kurang

29 Feb 2024 - 03:15
Trailer Sering Bocor, Rockstar Minta Karyawan Kembali Bekerja Normal di Kantor
Rockstar Games meminta karyawan kembali bekerja dengan jam normal di kantor setelah sekian lama WFH (Rockstar/SJP)

New York, SJP - Rockstar Games, produsen game populer yang berada di bawah naungan Take-Two Interactive Software Inc., akan meminta karyawan untuk kembali bekerja ke kantor lima hari seminggu mulai bulan April 2024.

Apalagi, produsen video-game ini sudah memasuki tahap akhir pengembangan pada game yang paling ditunggu Grand-Theft Auto VI.

Kepala Penerbitan Rockstar Jenn Kolbe mengatakan dalam email kepada staf pada hari Rabu, keputusan itu dibuat untuk alasan produktivitas dan keamanan.

Perusahaan ini telah menghadapi beberapa pelanggaran keamanan termasuk bocornya trailer dan soundtrack Grand Theft Auto VI karena karyawan yang bekerja dari rumah dengan jaminan keamanan siber yang kurang.

Kolbe menulis bahwa perusahaan juga mendapatkan “manfaat nyata” dari bekerja dari kantor.

“Melakukan perubahan ini sekarang menempatkan kami pada posisi terbaik untuk menghadirkan Grand Theft Auto berikutnya dengan tingkat kualitas dan kesempurnaan yang kami tahu diperlukan, bersama dengan peta jalan penerbitan yang sesuai dengan skala dan ambisi game tersebut,” tulisnya.

Bekerja normal delapan jam di kantor telah menjadi topik hangat di berbagai industri sejak pandemi memaksa banyak karyawan untuk bekerja dari rumah. 

Baru-baru ini, banyak perusahaan yang meminta stafnya untuk kembali ke kantor selama dua atau tiga hari dalam seminggu.

Sebuah penelitian bulan lalu menemukan bahwa kerja jarak jauh tidak berdampak pada produktivitas meski hal ini tidak berlaku untuk perusahaan video game.

Pasalnya ada ketidakstabilan industri dan kurangnya tenaga kerja yang terintegrasi sehingga komunikasi terhambat. (**)

Sumber: Bloomberg

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow