Tingkatkan Layanan Dasar, Perkim Ciptaru Bondowoso Salurkan Puluhan Rumah Layak Huni

Puluhan rumah layak huni diserahkan kepada warga Bondowoso. Program ini memperkuat layanan dasar, menekan kemiskinan, serta didukung inovasi Talas Wangi untuk perlindungan lahan sawah dilindungi.

08 Dec 2025 - 18:59
Tingkatkan Layanan Dasar, Perkim Ciptaru Bondowoso Salurkan Puluhan Rumah Layak Huni
Penyerahan secara simbolis rumah layak huni oleh Sekda kepada warga di Balai Desa Curahpoh (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang perumahan dan permukiman.

Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru), puluhan unit rumah layak huni diserahkan kepada warga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak.

Program ini menjadi bagian dari agenda prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjamin hak dasar warga negara, sekaligus mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, penyediaan rumah layak huni merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari layanan dasar kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang hari ini masih tinggal di rumah tidak layak huni bisa mendapatkan rumah yang layak. Ini juga program prioritas nasional,” katanya saat penyerahan bantuan di Balai Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Senin (8/12/2025).

Sekda menjelaskan, proses penentuan penerima manfaat dilakukan melalui asesmen ketat dengan sejumlah indikator, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.

Dari total 134 unit rumah layak huni yang dibangun di Bondowoso tahun ini, sebanyak 60 unit diserahterimakan pada tahap pertama.

Lebih jauh, Mantan Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo ini menyebut, percepatan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Ia mendorong kolaborasi berbagai pihak, termasuk Baznas dan pemerintah desa, untuk memperluas jangkauan bantuan perumahan.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dengan kolaborasi, insyaallah percepatan pembangunan bisa tercapai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti angka kemiskinan di Bondowoso yang masih cukup tinggi. Meski bukan yang tertinggi di Jawa Timur, upaya penurunan kemiskinan terus digenjot melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan dasar lainnya.

Ia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso pada 2025 mengalami peningkatan, namun percepatan tetap diperlukan untuk memperkuat daya saing daerah.

Selain itu, dirinya turut memperkenalkan inovasi digital Pemkab Bondowoso, yakni Program Talas Wangi, peta digital lahan sawah dilindungi yang dapat diakses masyarakat. Inovasi ini dinilai memudahkan masyarakat maupun pengembang untuk memastikan status lahan sebelum melakukan pembangunan.

“Masyarakat tinggal klik. Ini sangat membantu pengembang mengetahui mana lahan yang bukan sawah dilindungi,” jelasnya.

Program Talas Wangi menjadi penting mengingat 28 persen PDRB Bondowoso berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Perlindungan terhadap lahan produktif menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan layanan dasar, penyediaan hunian layak, serta pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow