Tingkatkan Eksistensi UMKM Desa Tutur Pasuruan, Mahasiswa PM-T UNITRI Lakukan Pendampingan Digital Marketing
Mahasiswa PM-T UNITRI mendampingi UMKM Desa Tutur memanfaatkan digital marketing untuk memperluas pemasaran produk bunga, melalui pelatihan pembuatan konten, pengelolaan akun bisnis, dan strategi promosi agar lebih mandiri dan berdaya saing.
PASURUAN, SJP – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan program pendampingan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Program ini berfokus pada sektor pertanian dan florikultura, terutama UMKM kebun bunga, yang menjadi salah satu potensi unggulan desa tersebut.
Ketua PM-T Kelompok 62, Safira Ahmad, menjelaskan bahwa tujuan pendampingan ini adalah membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk secara lebih luas.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya memiliki akun media sosial, tetapi juga memahami cara menggunakannya dengan benar. Dalam pelatihan ini, kami mengajarkan pembuatan konten promosi, pengaturan katalog di WhatsApp Business, dan strategi dasar pengelolaan akun bisnis agar lebih menarik dan efektif,” ujarnya.
Safira menambahkan, sebagian besar pelaku usaha di Desa Tutur selama ini masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau bekerja sama dengan pengepul.
“Cara tersebut membuat pasar mereka terbatas. Padahal, kualitas produk seperti bunga potong dan tanaman hias di Desa Tutur sangat layak dipasarkan ke wilayah yang lebih luas,” tambahnya.
Aril, salah satu pemilik kebun bunga di Desa Tutur, menyampaikan bahwa pemasaran yang ia lakukan selama ini masih berfokus pada jaringan lokal.
“Biasanya kami mengirim melalui pengepul atau melayani pesanan lewat WhatsApp. Pasar kami baru menjangkau Malang dan Batu, belum sampai ke luar kota. Pelatihan ini sangat membantu membuka wawasan kami dalam pemasaran,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PM-T juga membantu merancang materi promosi, mulai dari foto produk, penulisan caption, hingga pembuatan video singkat untuk media sosial. Beberapa titik di kebun bunga dimanfaatkan sebagai lokasi dokumentasi, sehingga pelaku usaha memiliki stok konten yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Pendampingan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membangun kemampuan pelaku UMKM agar mandiri dalam mengelola media promosinya. Mahasiswa berharap, setelah program selesai, pelaku usaha dapat terus mengembangkan strategi promosi digital secara konsisten dan kreatif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNITRI berupaya mengangkat potensi lokal Desa Tutur agar lebih dikenal luas sekaligus memperkuat daya saing UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital. Program ini menjadi contoh nyata kerja sama antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Penulis : Erlinda Angelastri Megi
What's Your Reaction?

