Timbulkan Korban, 2 Jalan Penghubung Desa Kecamatan Benjeng Ditutup Imbas Banjir Sungai Lamong
Seorang pemotor terseret arus saat nekat menerobos banjir di Jalan Raya Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Selasa (10/6) pagi. Akibatnya 2 jalan raya harus ditutup agar tidak membahayakan pengendara.
GRESIK, SJP — Dua jalan raya penghubung desa di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, ditutup imbas dari dampak banjir luapan Sungai Lamong, Selasa (10/6/2025).
Satu korban pengendara sepeda motor yang sempat terseret arus menjadi pertimbangan penutupan jalan raya tersebut.
Penutupan dilakukan di Jalan Raya Benjeng—Balongpanggang dan Jalan Raya Benjeng—Metatu.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik F.X. Driatmiko Herlambang, mengatakan banjir tercatat cukup tinggi dan deras sehingga jalan raya harus ditutup agar tidak membahayakan warga.
"Kejadian tadi pagi ada pengendara terseret arus banjir. Itu memang rawan," kata Miko.
Miko menerangkan, Jalan Raya Benjeng—Balongpanggang tercatat ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Sedangkan Jalan Raya Benjeng—Metatu mencapai ketinggian air 100 sentimeter.
Akan hal tersebut, petugas melakukan pengalihan arus lalulintas ke Jalan Raya lebih jauh berputar. "Diarahkan memutar ke Kecamatan Cerme," jelasnya.
Hingga malam ini, Selasa (10/6/2025), BPBD mencatat ada tiga desa tambahan di Kecamatan Cerme, terdampak banjir luapan Sungai Lamong ini.
"Air sudah mulai masuk di Kecamatan Cerme," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

