Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Ferris Wheel Alun-Alun Kota Batu Ditunda Lagi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni pada Jumat (18/4/2025) menyampaikan bahwa penundaan ini terjadi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, khususnya di sektor infrastruktur. Selain itu, dari segi teknis dan waktu, pelaksanaan pembangunan tidak memungkinkan untuk dilakukan tahun ini.
KOTA BATU, SJP - Rencana pembangunan Ferris Wheel atau bianglala baru di Alun-Alun Kota Batu yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun 2025, dipastikan mengalami penundaan. Pembangunan fisik wahana tersebut kemungkinan baru bisa direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni pada Jumat (18/4/2025) menyampaikan, penundaan ini terjadi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, khususnya di sektor infrastruktur.
Selain itu, dari segi teknis dan waktu, pelaksanaan pembangunan tidak memungkinkan untuk dilakukan tahun ini.
“Fisik pembangunan dimungkinkan tahun depan (2026). Tahun ini waktunya tidak cukup, karena juga harus melalui proses lelang aset bianglala lama terlebih dahulu,” katanya.
Dari total anggaran yang telah disiapkan untuk proyek ini, yakni Rp 6 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 300 juta untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Sedangkan untuk proses pengadaan dipastikan tetap berjalan, di mana saat ini tender untuk penyusunan DED sedang dalam proses. Sedangkan sebagian akan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, yaitu pengelolaan sampah.
"Anggaran pembangunan fisik akan direalokasi sebagian untuk mendukung kegiatan prioritas daerah dalam penanganan sampah dan sejumlah program yang akan menggunakan anggaran efisiensi tersebut meliputi pembangunan Big Composter di TPA Tlekung, pembangunan rumah kompos di 24 titik dengan kapasitas 750–1.000 KK, sosialisasi dan aktivasi gerakan pilah-olah sampah secara masif, serta revitalisasi taman-taman tematik di Kota Batu," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

