Terima Bantuan Vaksin PMK, Pemkab Bondowoso Masih Bingung Anggaran Pengadaan Perlengkapan Penunjang
Bondowoso telah menerima bantuan vaksin PMK sebanyak 3525 dosis untuk tahap pertama
BONDOWOSO, SJP - Kabupaten Bondowoso mendapatkan bantuan vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK) tahap pertama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebanyak 3.525 dosis.
Namun begitu, bantuan dari Pemprov Jatim tersebut hanya berupa vaksin PMK saja, tanpa adanya bantuan perlengkapan pendukung, seperti, alat pelindung diri (APD), biaya peralatan hingga perawatan.
Sementara, untuk tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso belum menganggarkan perlengkapan pendukung dari Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Oleh sebab itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat masih memikirkan untuk perlengkapan pendukung penggunaan vaksin PMK tersebut.
"Masih akan kami rapatkan lagi bersama teman-teman," ungkap Plt Kepala Disnakkan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, Kamis (16/1/2025).
Namun, sebut Hendri, pihaknya akan segera melaksanakan penyuntikan vaksin PMK terhadap ternak sapi di Kabupaten Bondowoso. Dia memprioritaskan daerah yang paling tinggi kasus PMK-nya.
"Seperti di Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, dan Maesan," paparnya.
Berdasar data dari Disnakkan, di Kabupaten Bondowoso, baru terdapat 3 kasus kematian sapi akibat virus PMK. Maka dari itu, pihaknya masih belum memiliki niatan untuk menutup pasar hewan.
"Kita hanya lakukan upaya preventif saja, seperti melakukan penyekatan di perbatasan. Nanti kita akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag)," jelasnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Rahardjo mengatakan, pihaknya mendorong agar memaksimalkan anggaran dari dinas terkait untuk pengadaan perlengkapan pendukung vaksin PMK.
"Dana belanja tidak tetap (BTT) pun nantinya bisa menjadi opsi kedua untuk pengadaan tersebut. Supaya bisa dilaksanakan secepatnya," pungkas politisi Partai Golkar ini.
Untuk diketahui, kasus PMK di Kabupaten Bondowoso sudah bertambah menjadi 199 dengan 3 kasus kematian.
Hingga akhir tahun 2024, jumlah total populasi sapi mencapai 175.368 ekor. Yang telah tervaksin PMK baru 62,18 persen atau 90.149 ekor. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

