Terima Anggaran DBHCHT, RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Lengkapi Alkes dan Fasilitas Senilai Rp3 Miliar
Peningkatan sarana, prasarana serta alat kesehatan di rumah sakit plat merah ini diharapkan terus berkelanjutan, agar pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bondowoso terjamin dan berkualitas.
BONDOWOSO, SJP - Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso, 40 persen dialokasikan untuk bidang kesehatan, yang dalam hal ini dikelola oleh Dinas Kesehatan dan RSUD dr H Koesnadi.
Untuk pemanfaatan DBHCHT ini, terus dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bondowoso.
RSUD dr H Koesnadi sebagai satu-satunya rumah sakit milik pemerintah di Bumi Ki Ronggo turut mengelola anggaran DBHCHT untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien serta memenuhi standar layanan kesehatan.
Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, kepada suarajatimpost.com menjelaskan, tahun ini rumah sakit mendapat anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar, yang digunakan untuk peningkatan alat kesehatan.
“Anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar ini kami alokasikan untuk pengadaan alat kesehatan dan peralatan umum, seperti bed pasien dan brankard,” ujarnya, Jumat (19/92025) di ruang kerjanya.
Dokter spesialis penyakit paru ini juga menjelaskan, beberapa peralatan yang menjadi prioritas pengadaan antara lain penggantian tempat tidur pasien yang sudah usang, trolley pelayanan medis, serta pembaruan fasilitas pendukung lainnya yang menunjang layanan kesehatan.
“Peralatan umum ini tak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dan layak bagi tenaga kesehatan,” paparnya.
RSUD dr H Koesnadi juga berkomitmen menjadikan rumah sakit plat merah ini menjadi pusat rujukan utama layanan kesehatan di wilayah tapal kuda.
Oleh sebab itu, upaya peningkatan layanan tidak hanya bertumpu pada dukungan anggaran, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas SDM, perbaikan manajemen internal, hingga kolaborasi lintas sektor.
Peningkatan sarana, prasarana serta alat kesehatan di rumah sakit plat merah ini, kata Yus Priyatna, diharapkan terus berkelanjutan, agar pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bondowoso terjamin dan berkualitas.
“Kami berharap agar dukungan anggaran ini akan terus berkesinambungan, mengingat sarana, prasarana, dan alat kesehatan di rumah sakit selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan membutuhkan investasi yang tidak sedikit,” tandasnya.
Data yang dimiliki suarajatimpost.com, alokasi DBHCHT di bidang kesejahteraan masyarakat diampu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan melali program peningkatan kualitas bahan baku dengan alokasi Rp8,5 miliar.
Kemudian untuk program pembinaan industru ada di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) sebesar Rp150 juta dan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) sebesar Rp8,4 miliar.
Untuk program pembinaan lingkungan sosial dialokasikan kepada Dinsos P3AKB sebesar Rp13 miliar, DPMPTSP sebesar Rp2,6 miliar dan Diskoperindag sebesar Rp3,8 miliar. Totalnya untuk bidang kesejahteraan masyarakat mencapai Rp36,5 miliar.
Selanjutnya untuk bidang penegakan hukum totalnya Rp3,5 miliar yang dialokasikan melalui program pembinaan industri di Diskoperindag sebesar Rp50 juta, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal di Satpol PP mencapai Rp3,5 miliar.
Sementara untuk bidang kesehatan sebesar Rp27,1 miliar, dialokasikan untuk membiayai program pembinaan lingkungan sosial yang dibidangi oleh Dinas Kesehatan sebesar Rp24,1 miliar dan RSUD sebesar Rp3 miliar. Kemudian untuk kegiatan pendukung ada di bagian perekonomian dan AP sebesar Rp599 juta. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

