Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Pemkot Probolinggo Luncurkan Gerakan Sahabat ATS

Pemkot Probolinggo bergerak cepat wujudkan zero Anak Tidak Sekolah (ATS) pada 2026. Lewat gerakan Sahabat ATS, setiap anak dipastikan mendapat hak pendidikan yang layak demi masa depan Indonesia Emas 2045.

31 Mar 2026 - 17:32
Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Pemkot Probolinggo Luncurkan Gerakan Sahabat ATS
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. (Foto: Humas Pemkot Probolinggo)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kota Probolinggo resmi menggulirkan program Sahabat Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui gerakan bertajuk Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu. Program ini diharapkan mampu menjadikan zero ATS dan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menurunkan tingkat pengangguran di wilayah Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi secara rinci penyebab anak-anak tidak bersekolah. Pendekatan ini dinilai penting agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Kalau masalahnya itu karena pembiayaan, saya pikir tidak masalah lagi karena sudah kita gratiskan. Kalau masalahnya kesehatan, nanti akan turun tim kesehatan. Kalau masalahnya sosial, nanti akan turun dari Dinas Sosial,” jelas Dokter Amin.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan setiap kasus akan dilakukan secara personal. Artinya, setiap anak akan mendapatkan pendekatan berbeda sesuai dengan latar belakang permasalahan yang dihadapi. Misalnya, bagi anak yang berhenti sekolah akibat trauma seperti perundungan, pemerintah akan melibatkan tenaga profesional seperti psikiater atau psikolog untuk membantu pemulihan kondisi mental mereka.

Lebih jauh, program ini tidak hanya bertujuan mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang memadai. Harapannya, anak-anak tersebut dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi beban sosial di masa depan. Dengan demikian, upaya ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Karena itu, kita harus benar-benar menyiapkan sumber daya manusia sejak sekarang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Waktunya tinggal sekitar 19 tahun lagi, sehingga pemerintah saat ini terus berupaya serius memberi perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menegaskan, gerakan Sahabat ATS hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar setiap anak. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan dukungan berbagai pihak.

“Sebuah gerakan yang Insyaallah akan mendapat rida dari Allah, yaitu sebuah gerakan sinergi aksi holistik berbasis area terpadu, anak tidak sekolah atau sahabat ATS yang mana ini untuk memastikan bahwa hak-hak dasar setiap anak di Kota Probolinggo benar-benar terpenuhi dengan layak,” ujarnya.

Di sisi lain, Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani, turut mendorong keterlibatan aktif para kader di lapangan. Ia meminta seluruh jaringan PKK untuk melakukan pendataan sekaligus screening terhadap anak-anak yang belum bersekolah.

“PKK nantinya akan turun langsung ke lapangan, karena memiliki jaringan dasa wisma yang terhubung hingga tingkat RT dan RW. Melalui kader-kader inilah pendataan dapat dilakukan sampai ke rumah-rumah untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah,” kata dr. Eva. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow