TARAKA 2K26 Tegaskan Peran Pramuka sebagai Benteng Karakter Generasi Muda
Di tengah gempuran modernitas dan ancaman radikalisme remaja, TARAKA 2K26 menegaskan Pramuka sebagai benteng pembentukan karakter, disiplin, dan nasionalisme generasi muda Jawa Timur.
SURABAYA, SJP - Di tengah arus zaman yang semakin modern, cepat, dan serba digital, kegiatan Pramuka perlahan semakin ditinggalkan dan dipandang sebelah mata. Bahkan, tak sedikit yang menganggapnya sekadar rutinitas seremonial sekolah tanpa memperhatikan nilai yang terkandung didalamnya.
Padahal, di saat yang sama, berbagai persoalan serius justru mulai menggerus generasi muda, mulai dari krisis karakter hingga masuknya paham-paham radikal di kalangan remaja yang bjsa mengancam kedaulatan negara, mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pendidikan karakter seperti kegiatan Pramuka.
Semangat itulah yang menjadi ruh pelaksanaan Talent Adventure Rally and Knowledge Achievement, (TARAKA 2K26) kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Pramuka SMAN 9 Surabaya sebagai ajang pembinaan karakter remaja yang utuh, sekaligus jawaban atas tantangan zaman yang kian kompleks.
Ajang Pembinaan Karakter dan Nasionalisme Remaja
Digelar selama dua hari sejak Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2), TARAKA 2K26 merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun 2025. Kegiatan dirancang sebagai lomba Pramuka Penggalang tingkat Jawa Timur dengan pendekatan edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Kepala SMAN 9 Surabaya sekaligus Kamabigus 01.033–01.034, Tri Kurniawati, menegaskan bahwa TARAKA tidak semata lomba, tetapi sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara mental dan sosial.
"TARAKA 2K26 bertujuan meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama," ujar Tri, Minggu (1/2/2026).
Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa menjawab tantangan era modern yang serba digital terhadap para remaja, sekaligus guna melahirkan Pramuka Penggalang yang mandiri, sportif, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.
TARAKA 2K26 sendiri dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian jenjang peserta. Hari pertama, Sabtu (31/1), diikuti Pramuka Penggalang tingkat SD/MI/Sederajat, sedangkan hari kedua, Minggu (1/2), diikuti peserta tingkat SMP/MTs/Sederajat.
Wakil Kepala SMAN 9 Surabaya Bidang Kesiswaan, Muhammad Royhan, menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar pangkalan Pramuka dari berbagai daerah.
"Kami berharap TARAKA menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang mereka miliki," terangnya.
Lomba Edukatif, Sportif, dan Menantang
Pada pelaksanaan hari pertama, peserta SD/MI/Sederajat mengikuti sejumlah mata lomba yang dirancang untuk mengasah ketangkasan, kecerdasan, dan kekompakan regu. Di antaranya Mini Pionering, Sandi Morse dan Semaphore, Scout Intelligence, LKBB-T, serta KIM (Kemampuan Indera Manusia).
Setiap mata lomba menuntut kerja sama, ketepatan berpikir, serta sportivitas. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap kondusif, dengan dukungan pembina dan bindamping yang memberi semangat dari luar arena.
Berdasarkan hasil penilaian pada hari pertama, Juara Umum Piala Bergilir Kwarda Jawa Timur pada TARAKA Day 1 tingkat SD/MI/Sederajat diraih oleh Pangkalan SDN Pucang 2 Sidoarjo. Sementara untuk perlombaan di hari kedua masih bergulir.
Kendati demikian, lebih dari sekadar piala, TARAKA menjadi sarana pembelajaran karakter sejak dini. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim tertanam melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pramuka Sebagai Pilar Penting Anak
Apresiasi juga datang dari Syaiful Bachri, Plh Komite SMAN 9 Surabaya sekaligus Ketua Komnas Anak Surabaya. Ia menilai kegiatan kepramukaan seperti TARAKA memiliki peran penting di tengah tantangan era digital.
"Kegiatan Pramuka yang diselenggarakan oleh gugus SMAN 9 harus dilanjutkan dan dikembangkan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, cinta bela negara, disiplin, dan tanggung jawab," ucap laki-laki yang akrab disapa Kak Iful itu.
Menurutnya, Pramuka menjadi salah satu pilar penting dalam perlindungan anak dan pembentukan karakter kebangsaan. Terlebih sudah banyak kasus-kasus kenakalan hingga radikalisme yang menyasar para remaja beberapa waktu terakhir.
"Di tengah gempuran media digital tanpa batas, Pramuka menjadi pilar dalam perlindungan generasi muda dan bela bangsa," tukasnya.
Pelaksanaan TARAKA 2K26 menegaskan posisinya bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang aman dan positif bagi remaja untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi secara sehat.
Dengan menggabungkan nilai kepramukaan, kompetisi, dan kebersamaan, TARAKA menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan karakter dapat berjalan selaras dengan tantangan zaman. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

