Rahasia Mojokerto Pangkas 46% Sampah Terbongkar di Jepang

Pemkot kini membidik target baru yakni pengelolaan sampah di aliran sungai. Mengingat Kota Mojokerto dialiri oleh tujuh anak sungai yang bersinggungan langsung dengan proyek strategis wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM).

02 Feb 2026 - 07:45
Rahasia Mojokerto Pangkas 46% Sampah Terbongkar di Jepang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (kiri) saat berada di Jepang. (Ist/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP — Kota Mojokerto kembali mencuri perhatian internasional dalam urusan tata kelola lingkungan. 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, secara khusus diundang oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang untuk memaparkan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat global.

Kunjungan yang berlangsung selama lima hari (26–30 Januari 2026) ini bukan sekadar studi banding biasa. 

Wali Kota perempuan yang karib disapa Ning Ita ini bersama delegasi Indonesia yang dipimpin Asdep Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan RI, Rofi Alhanif, serta Tenaga Ahli Menteri LHK, Kirsfianti Linda Ginoga, meninjau langsung ekosistem pengolahan limbah di Negeri Sakura tersebut.

Di hadapan Presiden AOTS, Mr. Yoshida, dan perwakilan METI, Mrs. Aoki, Ning Ita memaparkan keberhasilan Kota Mojokerto yang cukup mencengangkan. Melalui kolaborasi strategis antara TPS3R Kelurahan Magersari, Rekosistem, dan konsorsium perusahaan Jepang (Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni), Mojokerto berhasil menekan angka timbulan sampah hingga 46,53 persen sepanjang tahun 2025.

"Program ini bukan sekadar teknis dan regulasi, melainkan tentang membangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pengakuan internasional ini menjadi pelecut bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi di Mojokerto," ujar Ning Ita, Ahad (1/2/2026).

Dua program lokal Mojokerto menjadi program unggulan dalam workshop tersebut. Pertama adalah Program Ibu Meguru, berisi pemberdayakan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan pemilahan sampah dari sumbernya. Dengan dukungan sistem insentif dan kantong sampah khusus, program ini efektif mengubah perilaku konsumsi masyarakat.

Program kedua adalah SPOGOMI, yakni engonversi kegiatan pengumpulan sampah menjadi ajang kompetisi olahraga yang inklusif, sehingga mampu meningkatkan kesadaran publik secara partisipatif.

Selama di Jepang, delegasi melakukan observasi mendalam ke fasilitas JFE dan J-Circular di Kawasaki, serta mempelajari mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) di JCPRA.

Berbekal pengalaman tersebut, Ning Ita kini membidik target baru yakni pengelolaan sampah di aliran sungai. Mengingat Kota Mojokerto dialiri oleh tujuh anak sungai yang bersinggungan langsung dengan proyek strategis wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM).

"Ke depan, fokus kami adalah sinergi pengelolaan sampah sungai. Kami ingin memastikan destinasi wisata seperti Taman Bahari Mojopahit didukung oleh ekosistem air yang bersih dan bebas limbah," pungkasnya. (**)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow