Tak Hanya Mikroplastik, Pekerja Sampah di Gresik Dibayangi Resiko Tetanus

Risiko tetanus sangat serius, meliputi komplikasi mengancam jiwa seperti gangguan pernapasan parah, pneumonia, patah tulang akibat kejang otot hebat, emboli paru, aritmia jantung, kerusakan otak, hingga kematian, karena racun bakteri menyerang sistem saraf dan menyebabkan otot kaku seluruh tubuh. Tetanus berbahaya karena racunnya sulit dihilangkan dari saraf, jadi pencegahan lewat vaksinasi sangat penting.

06 Dec 2025 - 17:34
Tak Hanya Mikroplastik, Pekerja Sampah di Gresik Dibayangi Resiko Tetanus
Foto: Pekerja sampah perempuan di TPA Dinas Lingkungan Hidup Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP - Para pekerja sampah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, rupanya tidak hanya beresiko tinggi terpapar mikroplastik. Tetapi mereka juga sangat dekat dengan penyakit infeksi serius pada sistem saraf yang disebabkan oleh bakteri atau biasa disebut tetanus. 

Salah satu pekerja sampah perempuan di TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Tri Nuggraha ningtyas (52), mengatakan seringkali pekerja terkena pecahan kaca, paku, atau tusuk sate, yang membahayakan bagi tubuh.

Ia mengaku, selama bekerja sudah melengkapi alat pelindung kerja seperti masker, sarung tangan, dan sepatu bot yang sudah menjadi alat pelindung diri.

"Tetapi itu tidak mempan, masih ada kemungkinan kita terkena dampaknya dari itu (bahaya tetanus)," kata Tri, Sabtu (6/12/2025).

Tri menyampaikan, kekhawatiran muncul saat bekerja di lingkungan sampah akan ancaman tetanus. Sebab, kata dia, sudah memakai sepatu bot oun tetapi masih terkena. Pekerja secara mandiri harus berhati-hati setiap saat saat melangkah. 

"Lebih sepele lagi kita terkena tusuk sate, bisa membuat tetanus. Memang ukurannya kecil, beberapa waktu lalu teman kita sampai beberapa hari tangannya bengkak setelah dinyatakan terkena tetanus," jelasnya. 

Terkait mikroplastik, Tri mengakui rasa ketakutan pasti ada. Karena dampaknya tidak langsung nampak, ia menyebut sampai saat ini merasa baik-baik saja dan bekerja seperti biasanya.

"Kalau kebutuhan saat ini yang sangat diperlukan seperti pemakaian masker, sarung tangan, sepatu bot, dan alat pelindung diri," paparnya. 

Sementara itu, Kepala UPT TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Purwaningtyas Noor Mariansyah, mengungkap seluruh pekerja sampah sudah terdaftar dan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. 

Pihaknya juga menyediakan alat pelindung kerja seperti sarung tangan, masker, sepatu bot, dan alat pelindung diri bagi pekerja yang tercatat mencapai 500 orang di Kabupaten Gresik. 

"Memang kita bekerja di sampah sehingga juga perlu kehati-hatian. Kita juga sampaikan panduan pengenalan keamanan kerja, briefing setiap hari dan alat pelindung diri bisa mengurangi resiko mereka terkait keselamatan dan kesehatan kerja," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow