Perhatikan Kucing Anda, Kenali Virus Calici, Mulai Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Virus calici pada kucing menyerang saluran napas dan mulut, mudah menular, serta menimbulkan sariawan, demam, dan nafsu makan turun. Penanganan suportif dan vaksinasi penting untuk mencegah infeksi serta komplikasi.

08 Dec 2025 - 08:06
Perhatikan Kucing Anda, Kenali Virus Calici, Mulai Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya
Kucing yang terserang virus calici (Foto : Alodokter.id/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM - Feline Calicivirus (FCV) atau virus calici merupakan agen penyebab gangguan saluran pernapasan atas pada kucing. Virus ini menyerang rongga mulut, sistem pernapasan, bahkan persendian.

Semua kucing dapat terinfeksi, namun anak kucing serta kucing yang hidup di lingkungan padat, seperti pet shop, shelter, dan tempat penitipan, lebih rentan tertular.

Penularan FCV sangat mudah terjadi. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kucing yang sakit, terutama dari air liur, lendir hidung, maupun percikan bersin.

Benda-benda yang digunakan bersama, seperti mangkuk makan-minum, selimut, kandang, atau mainan, juga berpotensi membawa virus apabila tidak dibersihkan.

Gejala Infeksi FCV

Tanda-tanda infeksi dapat bervariasi pada setiap kucing, tergantung kondisi kesehatan dan tingkat keparahan virus. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Bersin terus menerus dan hidung berair

  • Luka atau sariawan pada mulut dan lidah

  • Demam

  • Air liur berlebih

  • Penurunan nafsu makan

  • Mata berair atau mengeluarkan kotoran

  • Kesulitan bernapas pada kasus berat

  • Nyeri atau pembengkakan sendi

Pada beberapa kucing, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi bakteri sekunder, terutama pada kucing dengan imunitas lemah.

Penanganan Infeksi FCV

Hingga kini belum ada obat yang mampu membasmi FCV secara langsung. Pengobatan difokuskan pada perawatan suportif untuk membantu tubuh kucing melawan infeksi:

  1. Perawatan di Rumah
    Sediakan tempat yang tenang, hangat, dan bersih agar kucing bisa beristirahat. Kebersihan lingkungan membantu mencegah infeksi lain yang memperburuk kondisi.

  2. Menjaga Cairan Tubuh
    Dehidrasi merupakan komplikasi yang sering muncul akibat demam dan sariawan. Pada kucing yang tampak lemah atau enggan minum, dokter dapat memberikan cairan infus.

  3. Makanan Mudah Dikonsumsi
    Kucing dengan luka mulut umumnya enggan makan. Berikan makanan lembut dan beraroma kuat agar lebih mudah dikonsumsi.

  4. Obat Pereda Demam dan Nyeri
    Dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk mengurangi demam dan rasa sakit. Obat manusia tidak boleh diberikan tanpa arahan dokter.

  5. Antibiotik Bila Diperlukan
    Jika ditemukan infeksi bakteri sekunder, antibiotik akan diberikan untuk mencegah kondisi semakin parah.

  6. Isolasi Kucing yang Sakit
    Pisahkan kucing yang terinfeksi agar virus tidak menyebar ke kucing lain. Gunakan peralatan yang terpisah dan bersihkan area isolasi secara rutin.

Pencegahan Infeksi FCV

Beberapa langkah berikut dapat membantu meminimalkan risiko penularan:

  • Berikan vaksinasi sesuai jadwal anjuran dokter hewan

  • Pisahkan kucing yang sakit dari yang sehat

  • Rutin membersihkan kandang, peralatan makan, litter box, dan mainan

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang kucing

  • Karantina kucing baru sebelum bergabung dengan kucing lain

  • Gunakan carrier yang mudah dibersihkan ketika berkunjung ke klinik

Vaksinasi tetap menjadi metode paling efektif untuk menurunkan risiko infeksi FCV. Menjaga kebersihan lingkungan turut membantu memutus rantai penyebaran virus.

Jika kucing menunjukkan gejala seperti sariawan, demam, atau bersin terus menerus, segera periksakan ke dokter hewan. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
alodokter.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow