Tahanan Titipan Meninggal Dunia di Lapas Mojokerto
Polres Mojokerto Kota dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas karena memang benar-benar memiliki riwayat penyakit sebelum masuk lapas.
MOJOKERTO, SJP - Seorang tahanan titipan Polres Mojokerto Kota meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Dia diduga karena penyakit bawaan.
"Meninggalnya di IGD RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto karena sakit stroke," kata Rudi Kristiawan, Kalapas Kelas II B Mojokerto Minggu (20/7/2025).
Rudi menyebut, Irwan mengalami keluhan sejak Selasa (15/7/2025). Hal itu diketahui saat Irwan berobat ke klinik lapas dan ditangani oleh dokter lapas sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu keluhan Irwan adalah mual muntah dan badan terasa lemas. Setelah mendapat obat dari dokter Irwan kembali blok tahanan.
Pada Jumat pagi, sekira pukul 09.00 WIB, Irwan kembali mengeluh kepada petugas mengalami sakit nyeri ulu hati, sesak nafas dan badan terasa lemas.
"Saat itu, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan TD: 123/70 mmHg, HR: 93 x /mnt, SpO2: 92% dan Temp: 36'7 C, dokter memberikan obat oral dan dia kembali ke blok tahanan," terang Rudi.
Pada pukul 14.00 WIB, Irwan kembali mengeluh sesak nafas dan badan terasa lemas hingga dibawa oleh petugas ke klinik lapas.
"Saat di klinik, tahanan langsung diberikan oksigen dan dilakukan observasi," lanjutnya.
Karena tak kunjung membaik, Irwan akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, sembari menginfokan hal itu ke pihak penyidik dan keluarga tahanan. "Pukul 14.45 WIB sudah ditangani oleh tim medis IGD," ujarnya.
Namun, pada pukul 15.20 WIB pihak RSUD menyatakan jika Irwan telah meninggal dunia.
"Serah terima jenazah dilakukan di IGD dengan pihak Polres Mojokerto Kota sekitar pukul 16.30 WIB," ungkapnya.
Atas peristiwa itu, Rudi mengatakan jika pihak Polres Mojokerto Kota dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas karena memang benar-benar memiliki riwayat penyakit sebelum masuk lapas.
"Lapas Mojokerto telah mengupayakan secara maksimal penanganan kesehatan kepada setiap tahanan atau warga binaan yang sedang sakit, namun takdir berkehendak lain," pungkasnya. (*)
What's Your Reaction?

