Sumbatan Sampah Masih Jadi Biang Kerok Banjir di Mojokerto, Ini Evaluasi Pemkab
Selain genangan air, hujan deras juga membawa material sampah organik berupa ranting bambu dan balok kayu yang menyumbat jembatan di Desa Patung, Kecamatan Pungging.
MOJOKERTO, SJP — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto pada beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir luapan di sejumlah titik.
Dulu, banjir menerjang Desa Tempuran dan Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, namun kali ini banjir di Kecamatan Mojosari dan Pungging menjadi wilayah terdampak paling parah, di mana ratusan rumah warga sempat terendam air akibat buruknya drainase yang tersumbat limbah sampah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dua titik terparah berada di Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging dan Dusun Wonokusumo, Desa Mojosari, Kecamatan Mojosari.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh ketidakmampuan saluran irigasi menampung debit air.
"Derasnya hujan membuat saluran irigasi tidak mampu menampung volume air yang besar. Kondisi ini diperparah dengan adanya sumbatan sampah pada saluran irigasi," ujar Khakim saat dikonfirmasi pada Senin (5/1/2026).
Dampak luapan air bervariasi di beberapa lokasi. Di Dusun Wonokusumo pada Sabtu kemarin sebanyak 7 rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 30–40 cm, sementara di jalan akses mencapai 60 cm.
Di Dusun Punggingkrisik, dampak lebih luas dirasakan di dua RW dengan total 130 rumah terdampak. Ketinggian air di jalan dusun sempat menyentuh angka 50 cm.
Dan di Desa Jotangan & Kelurahan Wonokusumo, aliran air cukup deras dilaporkan sempat memasuki pemukiman warga, termasuk area di belakang pusat perbelanjaan Metro.
Meski sempat melumpuhkan aktivitas, BPBD memastikan bahwa genangan mulai surut sejak tak berselang lama seiring meredanya hujan.
"Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah surut total," tambah Khakim.
Selain genangan air, hujan deras juga membawa material sampah organik berupa ranting bambu dan balok kayu yang menyumbat jembatan di Desa Patung, Kecamatan Pungging.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Jawa Timur, dan relawan telah berhasil melakukan pembersihan untuk menormalisasi aliran sungai.
Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
"Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan PUPR untuk melakukan mitigasi serta pembersihan sungai secara berkala. Kami juga akan menggerakkan masyarakat dan relawan untuk memastikan saluran air tetap bersih guna mencegah kejadian serupa," ujara Rachmat.
Sebelumnya, BMKG Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Jawa Timur. Meski Pemerintah Provinsi telah melakukan upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

