Sejumlah Titik Plengsengan Longsor, Warga Dringu Mendesak Perbaikan Dipercepat
sedikitnya ada empat titik plengsengan yang sempat longsor imbas peningkatan debit air sebelumnya. Empat titik itu tersebar di Dusun Ngemplak, Gandean, Krajan dan Bandaran.
PROBOLINGGO, SJP - Sebagai salah satu sungai dengan ancaman banjir kiriman, masyarakat Dringu selalu waspada dan was-was. Terlebih ketika musim hujan seperti saat ini. Sementara sejumlah titik plengsengan sungai, longsor dan rawan meluber jika debit air tinggi.
Kades Dringu, Kuryadi mengatakan, sedikitnya ada empat titik plengsengan yang sempat longsor imbas peningkatan debit air sebelumnya. Empat titik itu tersebar di Dusun Ngemplak, Gandean, Krajan dan Bandaran.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya bersama warga sudah sering gotong royong.
“Harapan kami, agar segera ada pembangunan bronjong dari pemerintah di sepanjang aliran sungai ini,” katanya, Rabu (29/1/2025).
Sejauh ini yang bisa dilakukan warga dan pemerintah desa adalah memasang sesek bambu dan karung pasir.
Untuk menutup tanggul atau plengsengan yang ambrol. Sehingga ketika debit air meningkat, masih bisa berfungsi menahan air agar tidak meluber.
Namun biasanya, tidak bertahan lama. Jika arus air begitu kuat, potensi ambrol kembali sangat besar. Subari, salah seorang warga Dringu justru berharap ada pengerukan.
“Pembangunan tanggul sangat penting, tapi juga harus dikeruk,” ujarnya.
Sebagai informasi, jika kali Dringu meluap, maka Jalan Daendels, berubah menjadi aliran air. Ratusan rumah terendam banjir kiriman dari lereng Bromo ini.
Seperti halnya yang terjadi pada tahun 2024 lalu. Dimana debit air meningkat drastis hingga merendam pemukiman warga. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

