Stok Plastik di Gresik Mulai Langka, Pabrik Batasi Pasokan ke Pedagang
Pemesanan barang dagangan yang biasanya mencapai 180 bal, kini dibatasi hanya 100 bal per truk.
GRESIK, SJP — Pedagang plastik di pasar tradisional Kabupaten Gresik turut terdampak kenaikan harga akibat konflik di Timur Tengah. Saat ini, mereka mengaku kesulitan memperoleh barang dagangan.
Salah satu pedagang plastik di Pasar Baru Gresik, Edi Sasmito (56), mengungkapkan bahwa pembatasan pesanan barang dagangan plastik telah diberlakukan oleh pihak pabrik.
Pemesanan barang dagangan yang biasanya mencapai 180 bal, kini dibatasi hanya 100 bal per truk.
"Jadi dampaknya sejak dari dahulu kalau ada perang di Timur Tengah, pasti kenaikan harga luar biasa. Semenjak itu permintaan barang ke pabrik lebih sulit. Pesanan banyak yang ditutup dan dibatasi," kata Edi, Senin (6/4/2026).
Edi menyampaikan, kenaikan harga plastik di pasaran mulai terjadi sebelum momentum Ramadhan bulan lalu.
Ia menduga kenaikan harga plastik tersebut merupakan dampak konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sejak saat itu, menurutnya, semua jenis barang plastik mulai mengalami kenaikan harga karena bahan baku plastik berupa minyak mentah terbesar berasal dari kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga plastik yang beredar di pasaran saat ini bahkan telah mencapai 100 persen.
"Kenaikan sangat banyak, ada yang 60 persen hingga 100 persen, dari plastik jenis HD dan PE, PP," jelasnya.
Edi menambahkan, kenaikan harga plastik ini mengakibatkan kondisi pasar lesu karena daya beli masyarakat melemah.
Omzet para pedagang pun kini menjadi tidak stabil. "Plastik tersebut kebanyakan digunakan masyarakat untuk kemasan sayur, ikan, dan kebutuhan sehari-hari," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

