Tanggapi Keluhan Wali Murid, Satgas MBG Janji Datangi SPPG Baron

Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi.

06 Apr 2026 - 13:00
Tanggapi Keluhan Wali Murid, Satgas MBG Janji Datangi SPPG Baron
Wakil Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk dikeluhkan. Sejumlah wali murid mengeluhkan adanya ketidaksesuaian menu makanan yang disajikan dengan standar harga yang telah ditetapkan. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG, Yudhi Ernanto, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, berjanji akan segera melakukan klarifikasi kepada pihak penyedia. Dalam konfirmasi melalui sambungan telepon, wartawan Suarajatimpost.com menyampaikan temuan di RA Miftahur Rahmah, Baron. 

Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi.

Menanggapi laporan tersebut, Yudhi menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan kategori porsi yang memengaruhi harga.

"Di porsi MBG itu kan ada menu besar dan menu kecil, sehingga harganya memang berbeda. Namun, terkait masalah pemorsian, itu menjadi kewenangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Yudhi, Senin (6/4/2026).

Yudhi menegaskan bahwa pihak Satgas tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut berlaku di seluruh SPPG. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, khususnya SPPG yang menempati eks bangunan Bebek Sago di Baron.

"Kami segera menindaklanjuti informasi ini, ditunggu," singkatnya.

Sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Miftahurohmah, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga sipil.

Pasalnya, menu yang disajikan kepada para siswa dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi dua irisan kecil.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak. Dari sisi komposisi, menu dinilai belum mencerminkan prinsip makanan bergizi, baik dari kecukupan protein maupun asupan vitamin.

Salah seorang wali murid di RA Miftahurohmah, Ahmad, mengatakan bahwa satu porsi menu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.800. Bahkan, porsi buah jeruk yang disajikan disebut tidak bernilai lebih dari Rp1.000. Ia menilai porsi makanan yang diberikan jauh dari layak, terutama pada bagian buah.

"Apakah ini dikatakan gizi untuk anak? Masa program makan bergizi, tapi buah jeruk cuma dikasih tiga iris. Itu sangat tidak masuk akal," ujar Ahmad dengan nada kecewa.

Ia mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program tersebut, mengingat kualitas yang diterima anak-anak dinilai tidak sebanding dengan tujuan program.

"Kalau melihat menu seperti itu, perkiraan saya nilainya tidak sampai Rp7 ribu per porsi. Ini yang jadi pertanyaan, anggarannya sebenarnya berapa dan dipakai ke mana," tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Baron, Alvin, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hidangan yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. 

Ia menyatakan bahwa menu harian yang disediakan untuk tingkat RA Miftahurohmah sudah dikategorikan layak dan sehat.

"Menu hari ini sudah bagus, sudah standar dari MBG," kata Alvin saat dihubungi melalui WhatsApp.

Alvin menjelaskan bahwa biaya yang dialokasikan untuk satu porsi makanan di tingkat RA adalah sebesar Rp8.000. Meski terdapat keluhan, ia memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan program di lapangan berjalan aman dan tidak ada kendala teknis yang prinsipil. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow