Wisata Agro Durian Lumbang Probolinggo Tawarkan Sensasi Petik dan Makan 27 Varietas Durian

Musim panen durian di Kecamatan Lumbang, Probolinggo, menghadirkan pengalaman unik lewat Wisata Agro Durian Waturiti. Dengan 27 varietas durian masak pohon dan harga terjangkau, kawasan ini menjadi destinasi favorit wisatawan usai berkunjung ke Gunung Bromo.

29 Jan 2026 - 21:16
Wisata Agro Durian Lumbang Probolinggo Tawarkan Sensasi Petik dan Makan 27 Varietas Durian
Para pekerja saat memanen buah durian yang matang di pohonnya, untuk dinikmati oleh para pengunjung (Foto : Rizky P/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Kecamatan Lumbang telah lama dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian unggulan di Kabupaten Probolinggo. Seiring dengan tibanya musim panen, kawasan ini menjadi magnet bagi para pecinta buah beraroma tajam tersebut.

Salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman unik adalah Wisata Agro Durian yang terletak di Dusun Waturiti, Desa Lumbang. Di sini, pengunjung tidak hanya sekadar membeli, tetapi juga bisa merasakan sensasi memetik buah durian langsung dari pohonnya.

Kebun seluas 2,5 hektare milik Pungki Purwanto Adi Laksono ini mengoleksi sekitar 250 pohon dengan varietas yang sangat beragam.

Setidaknya terdapat 27 jenis durian yang dibudidayakan, mulai dari varietas premium seperti Musang King, Duri Hitam, Bawor, Matahari, hingga Durian Sunan. Keunggulan utama dari wisata agro ini adalah jaminan kualitas buah yang didapatkan pengunjung.

Pemilik wisata durian Waturiti, Pungki Purwanto Adi Laksono, menekankan bahwa standar kematangan menjadi kunci utama kelezatan buah di kebunnya.

"Jadi untuk di tempat kami ini durian yang dipanen memang benar-benar masak pohon, sehingga dari segi rasa dipastikan maksimal," ungkap Pungki saat menjelaskan keunggulan produknya kepada pengunjung, Kamis (29/1/2026).

Selain varietas populer, durian lokal Lumbang tetap menjadi primadona yang tak lekang oleh waktu. Durian lokal ini memiliki karakteristik aroma yang sangat khas dengan perpaduan rasa manis dan legit yang kuat.

Keberagaman tekstur buah, mulai dari yang creamy, lumer di mulut, hingga manis pekat, membuat pengunjung memiliki banyak pilihan sesuai selera masing-masing.

Pengelolaan kebun ini pun dilakukan secara profesional dengan memperhatikan siklus hidup tanaman. Pungki menjelaskan, bahwa keberhasilan panennya sangat bergantung pada pola perawatan yang disiplin.

"Untuk perawatan kita terapkan 3 fase, mulai dari vegetatif, pra generatif hingga fase generatif, di samping itu juga ada kendala mulai cuaca hingga hama," jelasnya.

Ketekunan ini membuahkan hasil yang manis, saat musim panen raya tiba, omzet penjualan dari kebun ini diperkirakan mampu mencapai angka Rp200 hingga Rp300 juta.

Lokasinya yang strategis di jalur menuju Gunung Bromo membuat tempat ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan. Banyak wisatawan yang menyempatkan diri mampir untuk melepas lelah setelah turun dari Bromo.

Salah seorang pengunjung asal Bogor, Ana Suryohadi, mengaku terkesan dengan kualitas durian lokal setempat.

"Kebetulan kami rombongan mampir usai dari Bromo, dan mencoba durian lumbang, rasanya berbeda dengan durian lokal lainnya," ujar Ana.

Ia menambahkan bahwa durian Lumbang memiliki daging yang lebih tebal, rasa yang manis, dan tanpa ada jejak rasa pahit.

Bagi yang berminat, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp25.000 per buah, tergantung pada jenis dan berat durian yang dipilih.

Menikmati durian segar di tengah suasana kebun yang asri tentu menjadi pengalaman kuliner yang tidak terlupakan di Probolinggo. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow