Stok Kebutuhan Pokok di Kota Blitar Masih Aman Jelang Ramadan
Menjelang bulan Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memastikan stok kebutuhan pokok masih aman. Beberapa hari terakhir, terpantau harga daging ayam tinggi karena permintaan meningkat untuk kebutuhan jelang Ramadan serta cabai rawit yang meroket karena banyak petani gagal panen dipengaruhi kondisi cuaca.
KOTA BLITAR, SJP - Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Blitar memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Dewi Masitoh. Stok kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Namun demikian, pihaknya mengakui ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama daging ayam dan cabai rawit. Kenaikan tersebut saat ini menjadi fokus pemantauan tim Satgas Pangan.
"Sekarang harga cabai dan daging ayam yang sedang kami pantau. Karena, harga di pasaran naik. Harga cabai naik karena banyak petani gagal panen," ujarnya, Senin (16/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Blitar sudah menggelar Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kegiatan ini disambut antusias warga karena dinilai membantu meringankan beban belanja menjelang Ramadan.
Selain itu, sidak pasar yang dilakukan bersama Satgas Pangan bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Dalam sidak tersebut, tim memantau langsung harga jual di tingkat pedagang serta mengecek ketersediaan stok.
"Kami sudah melakukan pemantauan di lapangan dan menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasaran," ucapnya.
Pemerintah berharap dengan adanya Gerakan Pangan Murah dan pengawasan rutin dari Satgas Pangan, lonjakan harga dapat ditekan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan Ramadan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

