Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Erupsi di Awal Tahun 2026

Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi Kamis pagi dengan lontaran abu setinggi 900 meter. PVMBG mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena status gunung masih siaga.

01 Jan 2026 - 16:09
Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Erupsi di Awal Tahun 2026
Erupsi Gunung Semeru (Foto: Beritasatu.com/SJP)

LUMAJANG, SJP – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tersebut mengalami erupsi pada Kamis (1/1/2026) pagi dengan kolom abu mencapai ketinggian 900 meter dari puncak.

Peristiwa erupsi itu terjadi sekira pukul 05.29 WIB. Berdasarkan pengamatan petugas Pos Pantau Gunung Semeru, kolom abu teramati membumbung hingga sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mengarah ke timur laut serta timur.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 136 detik,” ujar petugas PVMBG Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Semeru hingga kini masih berada pada Level III (Siaga). Meski belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG mengingatkan sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi, terutama awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar dingin. Risiko tersebut meningkat pada musim hujan dan umumnya mengikuti aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Masyarakat di sekitar kawasan terdampak juga diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan dan menghindari aktivitas di zona rawan bencana, khususnya di sepanjang alur sungai.

“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” pungkas Sigit.

Sebagai gunung api yang dikenal sangat aktif, Gunung Semeru kerap mengalami erupsi skala kecil hingga sedang. Karena itu, warga diimbau terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow