Stasiun Klakah Resmi Menjadi Stasiun Lumajang, Babak Baru Kebanggaan Warga
Perjuangan panjang warga dan Pemkab Lumajang akhirnya membuahkan hasil. Stasiun Klakah resmi berganti nama menjadi Stasiun Lumajang mulai 9 Agustus 2025, simbol kedaerahan dan kebanggaan warga.
LUMAJANG,SJP — Perjuangan panjang warga dan Pemerintah Kabupaten Lumajang akhirnya berakhir manis. Mulai Sabtu (9/8/2025), nama “Stasiun Klakah” resmi dihapus dari peta perkeretaapian Indonesia, digantikan dengan nama baru: Stasiun Lumajang.
Keputusan tersebut disahkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dan diumumkan langsung oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan.
“Perubahan nama stasiun adalah simbol kedaerahan. Lumajang pantas memiliki stasiun dengan nama wilayahnya sendiri,” tegas Denny.
Pergantian nama ini bukan proses instan. Bertahun-tahun lamanya Pemkab Lumajang bersama masyarakat, akademisi, dan tokoh sejarah lokal mengajukan usulan resmi, melampirkan kajian, hingga melakukan audiensi ke pemerintah pusat.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut keputusan ini sebagai kemenangan moral.
“Ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi pengakuan atas keberadaan Lumajang di jaringan perkeretaapian nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, tidak sedikit penumpang yang turun di Stasiun Klakah tanpa sadar bahwa mereka sudah berada di Kabupaten Lumajang. Kebingungan ini kerap menyulitkan wisatawan maupun sopir transportasi lokal. Dengan nama baru, kebingungan itu akan sirna.
Pemkab Lumajang berencana mempercantik kawasan sekitar stasiun, menjadikannya pintu gerbang utama wisata. Harapannya, setiap penumpang yang tiba akan langsung merasakan sambutan khas Lumajang, mulai dari tata ruang hingga layanan informasi wisata.
Mulai hari ini, nama “Stasiun Lumajang” akan terpampang di papan informasi, terdengar di pengeras suara kereta, dan tercetak di tiket penumpang. Ini bukan hanya perubahan nama, tetapi juga babak baru sejarah transportasi dan identitas kebanggaan warga. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

