SPPG di Bondowoso Diisukan Jadi Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Ini Faktanya
Kelangkaan LPG 3 kg di Bondowoso bukan disebabkan SPPG. DPRD dan mitra SPPG menegaskan dapur program Makan Bergizi Gratis menggunakan elpiji non-subsidi 50 kilogram.
BONDOWOSO, SJP – Isu yang menyebut kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bondowoso disebabkan oleh penggunaan elpiji bersubsidi oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tidak benar.
Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh mitra SPPG serta diperkuat oleh pernyataan Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu SPPG yang menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Owner Dapur SPPG Mitra Madiri Dabasah, H. Muzammil, menegaskan, dapur yang dikelolanya sejak awal berdiri tidak pernah menggunakan elpiji 3 kilogram. Seluruh aktivitas memasak menggunakan elpiji non-subsidi tabung 50 kilogram sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Sejak awal operasional, kami tidak pernah menggunakan elpiji 3 kilogram. Seluruh peralatan dapur sudah disesuaikan dengan SOP dan menggunakan gas elpiji 50 kilogram,” ujar H. Muzammil, Kamis (29/1/2026).
Ia menilai, anggapan bahwa SPPG menjadi penyebab kelangkaan elpiji subsidi merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Menurutnya, dapur layanan publik justru berkewajiban tidak membebani masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama elpiji bersubsidi.
“Kalau ada anggapan SPPG memakai gas subsidi hingga menyebabkan kelangkaan, itu tidak benar. Kami justru memastikan elpiji 3 kilogram tidak kami gunakan agar tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi belakangan ini memang memicu keresahan dan spekulasi di tengah masyarakat. Antrean panjang di pangkalan serta sulitnya mendapatkan gas bersubsidi membuat berbagai dugaan bermunculan, termasuk tudingan kepada dapur-dapur layanan gizi.
Menanggapi isu tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Isu ini memang sekarang berkembang di masyarakat. Kami ingin memastikan ini benar atau tidak,” ujar Tohari.
Ia menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan sidak yang dilakukan, tidak ditemukan penggunaan elpiji subsidi oleh SPPG.
“Saya kira tidak mungkin SPPG itu menggunakan elpiji non-subsidi lalu menyebabkan kelangkaan. Mau habis berapa? Nah ini yang ingin kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa itu tidak terjadi,” tegasnya.
Tohari berharap klarifikasi dari mitra SPPG dan hasil pengawasan DPRD dapat meredam keresahan masyarakat serta mengakhiri spekulasi yang tidak berdasar. Menurutnya, perhatian publik seharusnya diarahkan pada pembenahan distribusi elpiji subsidi agar benar-benar tepat sasaran.
“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu dan tetap menggunakan elpiji sesuai peruntukannya. Elpiji 3 kilogram diharapkan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat tidak mampu dan usaha mikro, sementara sektor lain menggunakan elpiji non-subsidi,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

