Kawal Munas-Konbes PBNU 2026, Tim Keamanan Siapkan Sistem Pengamanan Terintegrasi

Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026 Muchamad Nabil Haroen, menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang disiapkan mengedepankan prinsip sinergi, profesionalitas, serta khidmah kepada para masyayikh, kiai, peserta, dan seluruh tamu undangan.

17 Jun 2026 - 23:01
Kawal Munas-Konbes PBNU 2026, Tim Keamanan Siapkan Sistem Pengamanan Terintegrasi
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026 Muchamad Nabil Haroen ( foto : istimewa)

KEDIRI, SJP - Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, panitia melalui Seksi Keamanan telah menyiapkan sistem pengamanan yang terintegrasi dan komprehensif.

Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026 Muchamad Nabil Haroen, menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang disiapkan mengedepankan prinsip sinergi, profesionalitas, serta khidmah kepada para masyayikh, kiai, peserta, dan seluruh tamu undangan.

“Sistem pengamanan ini dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh kekuatan Badan Otonom Nahdlatul Ulama serta unsur internal pesantren,” ujar Ketua PP Pagar Nusa tersebut, Rabu, (17/06/2026). 

Adapun unsur yang terlibat dalam pengamanan meliputi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa beserta pasukan intinya, CBP IPNU, KPP IPPNU, serta Garda Fatayat NU.

Selain itu, Seksi Keamanan juga berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

Seluruh personel akan bergerak dalam satu sistem komando dan koordinasi yang terpusat, dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap menjunjung tinggi disiplin, adab pesantren, dan nilai-nilai ukhuwah nahdliyah.

Nabil juga mengajak seluruh peserta, tamu undangan, serta warga Nahdliyin untuk turut menjaga ketertiban dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau agar seluruh pihak mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan tanda pengenal resmi (ID Card) serta mengikuti pengaturan akses dan zonasi area kegiatan.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan bagian dari tradisi intelektual Nahdlatul Ulama. Namun demikian, persaudaraan, penghormatan kepada ulama, serta kepatuhan terhadap aturan bersama harus tetap menjadi landasan utama.

“Semangat pengamanan yang kami bangun adalah semangat khidmah. Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga melayani para kiai, memuliakan tamu, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh peserta,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan sinergi seluruh elemen, koordinasi yang solid, serta doa para masyayikh, pelaksanaan Munas-Konbes NU 2026 akan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

“Harapannya, forum ini dapat melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow