Bentrok Pesilat di Kalijudan Surabaya, Dua Orang Luka, Kendaraan Warga Rusak

Peristiwa bermula di Jalan Kenjeran saat rombongan konvoi salah satu perguruan silat berpapasan dengan kelompok pemuda lain. Diduga akibat adanya provokasi, situasi di jalur protokol tersebut memanas hingga berujung pada bentrokan terbuka.

18 Jun 2026 - 08:00
Bentrok Pesilat di Kalijudan Surabaya, Dua Orang Luka, Kendaraan Warga Rusak
Kondisi mobil milik warga yang sedang terparkir rusak akibat bentrokan di Surabaya. (Foto: Beritasatu.com)

SURABAYA, SJP — Bentrokan fisik melibatkan dua kelompok massa pecah di kawasan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) dini hari. 

Insiden yang terjadi di tengah momentum kegiatan pengesahan anggota baru perguruan silat ini menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas warga rusak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula di Jalan Kenjeran saat rombongan konvoi salah satu perguruan silat berpapasan dengan kelompok pemuda lain. 

Diduga akibat adanya provokasi, situasi di jalur protokol tersebut memanas hingga berujung pada bentrokan terbuka.

Kelompok yang kalah jumlah kemudian melarikan diri ke dalam area permukiman di Kampung Kalijudan untuk menyelamatkan diri. 

Namun, aksi saling kejar terus berlanjut hingga ke dalam gang permukiman warga, membuat situasi setempat sempat mencekam.

Khusnul Hasana, seorang warga Kalijudan Gang 12 yang menyaksikan kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa massa yang bertikai membawa berbagai benda tajam dan tumpul.

"Saya melihat sekelompok pemuda dari perguruan silat sedang bentrok. Mereka mengejar kelompok pemuda lain yang juga bukan dari kampung kami," kata Khusnul, Rabu (17/6/2026).

Dampak dari pergeseran titik bentrok ke area pemukiman ini langsung dirasakan oleh warga lokal yang berada di lokasi kejadian.

Dua orang dilaporkan terluka. Satu korban ditemukan terkapar di jalan dengan luka di sekujur tubuh, sementara satu warga Kalijudan Gang 15 menderita luka di kepala akibat terkena lemparan batu.

Satu unit mobil Suzuki Carry milik Firman, warga setempat, mengalami pecah kaca bagian depan akibat terkena hantaman batu saat massa saling serang.

"Sebelum pulang saya dapat kabar dari keluarga supaya jangan pulang dulu karena situasi mencekam. Setelah saya sampai rumah, saya lihat mobil saya sudah rusak," ungkap Firman.

Diketahui bahwa sejak Selasa (16/6/2026) malam hingga Rabu dini hari, volume kendaraan di sejumlah ruas jalan Kota Surabaya meningkat karena adanya konvoi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang menghadiri acara pengesahan di Kenjeran Park (Kenpark).

Hingga Rabu pagi, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti, pemicu awal provokasi, maupun jumlah oknum yang diamankan dari kedua belah pihak. 

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian untuk menjaga kondusifitas wilayah. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow