Perkuat Akses Jalur Lintas Selatan, Pemkab Blitar Ajukan Dana Rp 94 Miliar ke Pusat
Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengusulkan anggaran sebesar Rp 94 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan dua ruas jalan penghubung menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).
BLITAR, SJP - Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengusulkan anggaran sebesar Rp 94 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan dua ruas jalan penghubung menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).
Kepala DPUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengatakan anggaran yang diajukan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dua jalan sirip yang akan memperkuat konektivitas menuju JLS di wilayah Kabupaten Blitar.
"Saat ini kami sedang mengajukan ke Kementerian PU melalui aplikasi SITIA milik Ditjen Bina Marga. Kami usulkan Rp94 miliar," kata Agus, Kamis (18/6/2026).
Menurut Agus, terdapat dua ruas yang menjadi prioritas pembangunan. Ruas pertama merupakan jalur Binangun-Wates yang akan menerus hingga perbatasan Kabupaten Malang. Akses menuju JLS nantinya melewati wilayah Ringinrejo dan Tulungrejo.
Sementara ruas kedua berada di wilayah Besole, Kecamatan Wonotirto, yang akan langsung terhubung dengan Jalur Lintas Selatan.
Total panjang kedua ruas jalan tersebut diperkirakan mencapai 18 hingga 19 kilometer. Jika usulan anggaran disetujui pemerintah pusat, pembangunan akan menggunakan konstruksi beton agar memiliki ketahanan lebih baik dan mampu melayani arus lalu lintas dalam jangka panjang.
"Kalau usulan anggaran disetujui pusat, kami bisa segera melakukan pembangunan di lokasi," jelasnya.
Selain mengusulkan pembangunan jalan, DPUPR Kabupaten Blitar juga mengajukan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk pengembangan sistem pengairan.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi primer maupun sekunder di sejumlah wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Kami juga mengusulkan anggaran untuk sektor pengairan ke pemerintah pusat. Infrastruktur irigasi ini penting untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat," pungkas Agus. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

