Siswa SDN Klabang 2 Tegalampel Bondowoso Belajar di Kelas Nyaris Roboh
Sekolah dasar di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, mengalami kerusakan parah. Meski ruang kelas nyaris roboh dan disangga bambu, 14 siswa tetap belajar karena tidak ada alternatif sekolah lain.
BONDOWOSO, SJP – Semangat belajar belasan siswa di Dusun Sumber Biru, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tetap menyala meski harus menimba ilmu di ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan SD Negeri Klabang 2 yang menjadi satu-satunya tempat belajar di dusun tersebut kini mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan.
Beberapa ruang kelas yang digunakan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak disangga menggunakan bambu agar bangunan tidak roboh. Di dalam ruangan, atap dan plafon yang sudah banyak ambrol menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa saat mengikuti pelajaran.
Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.
Salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.
“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).
Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.
“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.
Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.
“Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.
Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.
Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi.
Kondisi bangunan sekolah yang semakin rapuh juga membuat para orang tua murid diliputi rasa cemas. Mosleh, salah seorang wali siswa, mengaku khawatir setiap kali anaknya berangkat sekolah.
“Kami sebagai orang tua tentu khawatir melihat kondisi kelas seperti itu. Tapi anak-anak tetap harus sekolah. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Masyarakat Dusun Sumber Biru pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan siswa yang terancam, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

