Sinergi Pemkab dan KONI, Bondowoso Bersiap Diri Hadapi Porprov 2027
Pemkab Bondowoso menambah dana hibah KONI menjadi Rp1,17 miliar guna persiapan Porprov Jatim 2027. Bupati Abdul Hamid Wahid dorong sinergi dan inovasi, sementara KONI Jatim minta pembinaan dimulai sejak dini serta fokus pada cabang olahraga unggulan.
BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pembinaan olahraga daerah sebagai bagian dari upaya mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari penambahan dana hibah untuk KONI hingga penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat olahraga.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa semangat baru dan kreativitas dalam kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso menjadi kunci untuk membangun prestasi sekaligus menjadikan olahraga sebagai sektor yang produktif.
“Meskipun daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran, hal itu tidak boleh menjadi hambatan untuk berinovasi. KONI punya semangat baru, inovasi, dan kreativitas untuk menggali, menumbuhkan, serta membina prestasi olahraga,” ujarnya, Rabu (12/11/2025) kemarin.
Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, juga menekankan bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ujung dari prestasi itu adalah industri olahraga. Itu menandakan tingkat pembangunan dan peradaban kita semakin maju,” jelasnya, usai menghadiri Pengukuhan Pengurus KONI Bondowoso Periode 2025-2029 di Pendopo Raden Bagus Assra.
Di tengah efisiensi anggaran, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak.
“KONI harus memperkuat jejaring dengan swasta dan dunia usaha. Dunia bisnis juga berkepentingan dengan olahraga karena di dalamnya ada pembangunan mental, semangat, dan nilai kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Dana Hibah KONI Naik Jadi Rp1,17 Miliar
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) menambah dana hibah untuk KONI pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Jika tahun ini (2025) hibah yang diberikan sebesar Rp900 juta, tahun ini meningkat menjadi Rp1,179 miliar.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Bondowoso, Vita Anggraeni, menjelaskan, penambahan tersebut dilakukan untuk mendukung persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.
“Penambahan ini dalam rangka mempersiapkan Porprov 2027, karena proses pembinaan dan persiapannya sudah harus dimulai satu tahun sebelumnya,” jelas Vita, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penggunaan dana hibah tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak KONI tanpa intervensi dari dinas.
“Proporsionalnya kami serahkan sepenuhnya kepada KONI. Kami tidak ikut campur atau melakukan intervensi karena mereka yang paling tahu kebutuhan dan proporsinya,” ujarnya.
Vita menambahkan, dana hibah itu tidak boleh digunakan untuk honorarium pengurus KONI, melainkan hanya untuk pembinaan atlet dan kegiatan operasional olahraga.
“Seperti tahun lalu, dana hibah tidak diperbolehkan untuk honor. Jadi murni digunakan untuk pembinaan dan operasional kegiatan olahraga,” tegasnya.
KONI Jatim Dorong Pembinaan Jangka Panjang dan Cabor Unggulan
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, memberikan dukungan dan arahan agar Bondowoso lebih fokus pada pembinaan jangka panjang dan pemilihan cabang olahraga (cabor) unggulan yang berpotensi mendulang prestasi.
“Pembenahan itu tentu dari pembinaan. Keseriusan dan rekrutmen atlet-atlet terbaik harus dimulai sejak dini. Salah satu wadah yang paling objektif untuk itu adalah Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab),” tegas Nabil.
Ia mengingatkan agar pembinaan tidak dilakukan secara instan menjelang pelaksanaan Porprov.
“Kalau pembinaan hanya tiga atau dua bulan sebelum Porprov, itu bukan pembinaan jangka panjang. Atletnya mungkin sudah matang, tapi tanpa proses panjang hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.
Nabil juga menilai bahwa olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga memiliki efek ekonomi besar bagi daerah.
“Event olahraga itu punya efek ekonomi besar. Di Porprov kemarin, Kota Malang mencatat perputaran uang Rp143 miliar, sedangkan Kota Batu mencapai Rp103 miliar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Bupati Bondowoso.
“Saya yakin Pak Bupati punya ide-ide cerdas untuk pengembangan olahraga. Kalau Bondowoso maju, Jawa Timur juga akan maju,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh latihan, tetapi juga oleh keaktifan mengikuti kompetisi.
“Kalau latihan terus tapi tidak pernah ikut tanding, belum tentu bisa menang. Harus ada jenjang dan tahapan event yang jelas,” pungkasnya.
Menuju Bondowoso Berprestasi dan Berdaya Saing di Porprov 2027
Dengan dukungan anggaran yang meningkat, sinergi lintas sektor, serta pembinaan yang diarahkan sejak dini, Bondowoso menatap Porprov Jawa Timur 2027 dengan semangat baru.
Ketua KONI Bondowoso terpilih, Adi Sutrisno menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar-cabor dan menciptakan sistem pembinaan yang lebih profesional.
“Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada prestasi. Target kami adalah peningkatan capaian atlet di Porprov Jawa Timur mendatang,” katanya.
“Pemerintah daerah, KONI, dan KONI Jatim sepakat bahwa kunci keberhasilan olahraga bukan hanya pada prestasi, tetapi juga pada nilai kebersamaan dan kontribusi terhadap kemajuan ekonomi daerah,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

