Seumur Jagung, Proyek Puluhan Miliar di Bojonegoro Ambruk, Dinas Terkait Beralasan karena Banjir
Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro menuding banjir sebagai penyebab ambrolnya pelindung tanggul senilai puluhan miliar rupiah itu.
BOJONEGORO, SJP - Proyek fisik pelindung tebing sungai Bengawan Solo ambruk, padahal proyek yang menelan biaya Rp39,6 miliar itu baru saja rampung pengerjaannya pada akhir Desember 2024 lalu.
Dinas terkait menuding banjir sebagai penyebab ambrolnya pelindung tanggul senilai puluhan miliar rupiah itu.
Saat suarajatimpost.com beusaha melakukan klarifikasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, hanya menjawab dengan mengirimkan link klarifikasi dan nomor telepon pejabat pembuat komitmen (PPK).
“Untuk detail teknisnya, kontak PPK nya nggih,” balas Kepala Dinas PU SDA, Senin (10/2/2025).
Namun, PPK yang juga diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Iwan Kristian, tak membalas pesan yang dikirim jurnalis suarajatimpost.com.
Di antara isi klarifikasi pihak Dinas PU SDA berbunyi, "Pekerjaan pelindung tebing Kali Lebak telah selesai 100 persen dan tidak ada masalah. Pekerjaan ini rampung pada akhir Desember 2024 lalu. Kemudian pada awal Januari 2025 ada banjir yang cukup besar karena hujan deras yang mengakibatkan pergeseran pada beberapa titik".
Pantauan di lapangan, banyak tiang yang ditanamkan ke dalam tanah sebagai penopang beban bangunan mengalami patah, bahkan terdapat pula yang terangkat dari tanah.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut melintang di dua desa, yakni Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan.
Dengan panjang 980 meter, pagu proyek pelindung tebing sungai itu sebesar Rp40 miliar, dan pemenang lelang adalah PT. Indopenta Bumi Permai yang beralamat di Surabaya dengan nilai kontrak sebesar Rp39,6 miliar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

