Seorang Pemuda di Blitar Akhiri Hidup Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Seorang pemuda di Blitar meninggal dunia, diduga nekat bunuh diri dengan cara menabrakan diri ke kereta api (KA). Pemuda itu diketahui berinisial GE (22) warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dan tindakan nekatnya itu terekam kamera cctv.

20 Sep 2025 - 16:29
Seorang Pemuda di Blitar Akhiri Hidup Tabrakkan Diri ke Kereta Api
Tangkapan layar video cctv seorang pemuda yang nekat bunuh diri dengan cara menabrakan diri ke kereta api (KA) yang melintas. (Foto:dok/Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP - Seorang pemuda tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api (KA) Matarmaja jurusan dari Pasar Senen Jakarta tujuan Malang Kota yang melintas di perlintasan jalur kereta api 198 Jalan Bakung, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar pada Sabtu (20/9/2025) pukul 00.26 WIB.

Pemuda itu diduga nekat bunuh diri dengan cara menabrakan diri ke kereta api yang melintas. Pasalnya, aksi nekatnya itu terekam kamera CCTV dan bukan dikarenakan kecelakaan lalu lintas.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar mengatakan berdasarkan keterangan dari petugas jaga lintasan, pemuda itu awalnya datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor Vario 150 warna merah dengan nopol AG 5716 KKL dan memarkirkan kendaraannya di sebelah utara palang pintu.

"Sepeda motornya diparkir, dan saat bersamaan ada kereta api melintas. Tiba-tiba pemuda itu berlari dan menghadang kereta api hingga tertabrak," kata dia, Sabtu (20/9/2025).

Iptu Samsul menyebut akibat tertabrak kereta api, pemuda itu terpental sejauh kurang lebih 200 meter dan ditemukan petugas dalam kondisi meninggal dunia.

Saat dilakukan pengecekan, ada identitas korban yang menunjukan bahwa korban berinisial GE (22) warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

"Ada handphone yang tertinggal. Dugaan awal korban bunuh diri karena melihat dari chat WhatsAppnya dengan teman wanitanya sedang ada permasalahan," ujarnya.

Iptu Samsul menambahkan, jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow