Sendang Sono Ikon Tradisi Rebo Wekasan di Gresik yang Memprihatinkan

Sendang Sono peninggalan era Sunan Giri di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, memprihatinkan. Lokasi yang dianggap sebagai icon Tradisi Rebo Wekasan itu sehari-hari difungsikan untuk kolam lele.

20 Aug 2025 - 19:33
Sendang Sono Ikon Tradisi Rebo Wekasan di Gresik yang Memprihatinkan
Foto: Sendang Sono di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, saat tradisi Rebo Wekasan difungsikan sebagai pemandian. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Tradisi rebo wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, tidak terlepas dari keberadaan lokasi Sendang Sono yang dipercaya sebagai warisan zaman Sunan Giri menyebarkan agama Islam di Gresik. Namun kini, lokasi Sendang Sono tersebut memprihatinkan. 

Sendang Sono dibuka sebagai pemandian saat hanya tradisi rebo wekasan yang berlangsung empat hari.

Hari-hari biasa, Sendang Sono dikelola sebagai kolam ikan lele. Lokasi sumber air peninggalan era Sunan Giri itu nampak tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. 

"Ya ini dibuka untuk pemandian saat tradisi rebo wekasan. Sehari-hari dibuat kolam lele," kata salah tokoh Desa Suci setempat, Mustain, Rabu (20/8/2025).

Mustain mengatakan, kondisi Sendang Sono memprihatinkan sejak lokasi tersebut tidak lagi mengeluarkan air dari sumbernya. 

Lokasi Sendang Sono sempat mengering bertahun-tahun sebelum dimanfaatkan warga untuk budidaya ikan lele.

Ketika tradisi rebo wekasan berlangsung mulai Minggu (17/8/2025) hingga Rabu (20/8/2025), Sendang Sono diisi dengan air sumur pengeboran ditambah air PDAM.

Menurut Mustain, air sumber Sendang Sono dulunya sangat spesial bagi warga. Selain menjadi kebutuhan air sehari-hari bagi warga, saat tradisi rebo wekasan berlangsung banyak mempercayai sebagai pengobatan.

"Sampai sekarang kalau ada orang bertanya air sumber saya arahkan ada dua air di Sendang Sono. Pernah ada orang Lamongan mencari sumber air untuk pengobatan katanya," jelas dia, yang juga sebagai imam Masjid Mambaut Thoat Desa Suci setempat. 

Menurut dia, surutnya sumber air di Sendang Sono tersebut sudah terasa sejak tahun 1980 an. 

Di lokasi tersebut, setidaknya ada empat telaga dengan sumber air bersih. Belum lagi beberapa sumber air telaga lainnya berukuran kecil dimanfaatkan warga sekitar, salah satunya untuk wudhu di sebelah Masjid Mambaut Thoat. 

"Tapi sekarang mengering. Bahkan bekas sumber sekarang dijadikan gedung dan lapangan olahraga," pungkasnya.

Dari cerita warga, Sendang Sono bermula muncul di tengah kebingungan santri Sunan Giri yakni Syekh Jamaluddin Malik mencari air bersih. 

Syekh Jamaluddin Malik kemudian berkonsultasi dengan Sunan Giri, yang tak lain adalah gurunya. 

Dari petunjuk Sunan Giri, Jamaluddin Malik diminta untuk pergi ke sebelah utara desa hingga menemukan sumber, yang kemudian dikenal bernama Sendang Sono.

Setelah ketemu sumber itu, Syekh Jamaluddin Malik memindahkan Masjid di Jalan Pandanarum Desa Suci. Masjid itu namanya Mambaut Thoat. Masjid ini pertamakali dibangundi desa ini. 

Setelah ditemukan sumber Sendang Sono, Sunan Giri pun memerintahkan santrinya Syekh Jamaluddin Malik untuk melakukan tasyakuran. Serta tabarrukan karena mengambil barokah dari air itu. 

Setiap Rabu terakhir bulan Syafar banyak orang berkumpul di telaga itu, hingga ramai orang yang berjualan dan saat itu dinamakan tradisi rebo wekasan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow