Sempat Kosong di Awal 2026, Stok Darah O di PMI Surabaya Berangsur Pulih
Sempat nyaris kosong di awal 2026, stok darah golongan O PMI Surabaya berangsur pulih berkat gelombang solidaritas warga dan aksi donor massal.
SURABAYA, SJP - Stok darah golongan O di Kota Surabaya yang sempat berada di titik nadir pada awal 2026 kini perlahan kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya memastikan ketersediaan darah mulai berangsur aman setelah sempat mengalami kekosongan dan status darurat.
Kondisi kritis tersebut sempat memicu kekhawatiran lantaran darah golongan O menjadi salah satu jenis yang paling banyak dibutuhkan rumah sakit untuk berbagai keperluan medis, mulai dari operasi hingga penanganan pasien gawat darurat.
Memasuki awal Januari 2026, UDD PMI Surabaya dihadapkan pada situasi sulit. Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak signifikan pada penurunan jumlah pendonor, sementara permintaan darah dari rumah sakit justru meningkat.
Kepala Bagian Pelayanan dan Humas UDD PMI Surabaya, dr. Wandai Rasoetedja, menyebut kondisi tersebut merupakan pola yang hampir selalu berulang setiap tahun usai musim liburan.
"Kondisi ini sebenarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Stok darah selalu menurun setelah musim liburan," jelas Wabdai saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, stok darah di PMI Surabaya relatif terjaga berkat pendonor rutin dan kegiatan donor dari berbagai instansi. Namun, pada awal tahun ini aktivitas tersebut belum kembali berjalan.
"Tidak hanya pendonor rutin yang berkurang, instansi-instansi yang biasanya mengadakan donor darah sampai sekarang juga belum dimulai lagi," ungkapnya.
Di sisi lain, lonjakan permintaan darah golongan O dari rumah sakit turut memperparah situasi. Sedangkan untuk kondisi golongan darah lainnya, meliputi A, B dan AB relatif aman.
Sebelumnya diketahui situasi mencapai titik paling kritis pada Kamis (8/1/2026). Pada hari itu, PMI Surabaya bahkan menetapkan status “Urgent” untuk stok darah golongan O karena persediaan menipis drastis.
Kepala UDD PMI Surabaya, dr. Martono, mengakui bahwa kondisi tersebut memerlukan penanganan cepat agar layanan medis di rumah sakit tidak terganggu.
“Ya, memang stok sempat kritis. Namun setelah kami informasikan itu dan melakukan ajakan lewat platform sosial media, Alhamdulillah, respon masyarakat Surabaya luar biasa," kata dr. Martono.
Ia menyebut, pada hari yang sama PMI langsung menerima bantuan besar dari jajaran kepolisian. Kemudian, masyarakat juga berbondong-bondong datang untuk melakukan donor darah.
"Jadi di waktu kita informasikan bahwa stok darah itu menipis, kita langsung menerima rombongan dari Polda sebanyak 300 orang yang mendonorkan darahnya," ujarnya.
Informasi mengenai menipisnya stok darah golongan O yang disebarluaskan melalui media sosial dan pesan berantai terbukti efektif menggerakkan kepedulian warga. Kantor PMI Surabaya di Jalan Embong Ploso dipadati pendonor sejak pagi hingga siang hari.
Untuk menghindari penumpukan antrean dan mempercepat pemulihan stok, PMI Surabaya menerapkan strategi jemput bola dengan mengerahkan unit donor darah keliling ke sejumlah lokasi strategis.
"Selain di kantor pusat Embong Ploso, kami juga kerahkan unit mobile ke lokasi umum seperti di Bus Taman Bungkul. Ada juga di instansi pendidikan seperti SMAN 9 Surabaya, serta sektor industri di PT Mustika Dharmajaya, Rungkut Industri," pungkas dr. Martono.
Seiring derasnya arus pendonor, PMI Surabaya kini mulai bernapas lega. Stok darah golongan O berangsur pulih dan mendekati level aman untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Surabaya.
Sebagai informasi, data terbaru dari PMI Surabaya tertanggal Kamis (8/1/2026) stok total darah golongan O sebanyak 28 kantong, golongan A total 42 kantong, golongan B total 135 kantong, dan golongan AB total sebanyak 55 kantong.
Meski kondisi membaik, PMI menegaskan kebutuhan darah bersifat berkelanjutan. Dalam kondisi normal, PMI Surabaya membutuhkan setidaknya 350 kantong darah per hari dari berbagai golongan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

