Masalah Klasik yang Tak Terurai, Kalilamong Kembali Meluap, Pemukiman di Gresik Kembali Terpungkur Banjir
Belum genap dua pekan menghirup udara kering, warga di wilayah Gresik Selatan kembali harus berhadapan dengan ancaman tahunan.
GRESIK, SJP — Masalah Klasik yang Tak Terurai, Kalilamong Kembali Meluap, Pemukiman di Gresik Kembali Terpungkur Banjir
Belum genap dua pekan menghirup udara kering, warga di wilayah Gresik Selatan kembali harus berhadapan dengan ancaman tahunan.
Luapan Sungai Kalilamong kembali merendam sejumlah desa di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, Sabtu (10/1/2026), memutus akses jalan raya serta menggenangi ratusan hektare persawahan dan pemukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mengonfirmasi bahwa debit air mulai melimpah ke daratan sejak Jumat (9/1/2026) malam.
Meskipun sempat surut pada akhir Desember lalu, intensitas hujan tinggi di wilayah hulu memicu kiriman air yang tak mampu ditampung oleh tanggul sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menyatakan bahwa sejumlah desa krusial seperti Desa Wotan dan Desa Sedapurklagen menjadi titik terdampak paling signifikan.
“Laporan masuk sejak Jumat malam, namun kenaikan debit air yang signifikan terpantau pada pagi ini. Banjir menggenangi fasilitas umum, jalan poros desa, hingga masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Driatmiko saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 20 sentimeter.
Meski angka tersebut relatif rendah, potensi kenaikan air tetap tinggi mengingat aliran kiriman dari wilayah Lamongan masih terus mengalir ke arah hilir di Gresik.
Berulangnya bencana ini di titik yang sama memicu kritik terkait efektivitas normalisasi Sungai Kalilamong yang telah menjadi isu menahun.
BPBD mengakui bahwa wilayah Benjeng dan Balongpanggang adalah zona merah yang selalu terdampak setiap kali hulu sungai mengalami overload.
“Wilayah ini memang kerap terdampak jika Sungai Kalilamong meluap. Saat ini, tim reaksi cepat kami masih melakukan asessmen di lapangan untuk mendata kerugian materiil dan memastikan kebutuhan logistik warga terdampak,” tambah Driatmiko.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan poros penghubung kecamatan mulai terganggu akibat genangan.
Warga dihimbau untuk waspada terhadap potensi banjir kiriman susulan, mengingat puncak musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan depan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

