Sebanyak 31,3 Juta Pemudik akan Serbu Jawa Timur, Polres Malang Siapkan Rekayasa Lalin

Sebanyak 31,3 juta pemudik diprediksi masuk Jawa Timur. Polres Malang siapkan rekayasa lalu lintas, pembatasan truk, dan pos pengamanan untuk mengurai kemacetan mudik serta wisata.

20 Mar 2025 - 16:02
Sebanyak 31,3 Juta Pemudik akan Serbu Jawa Timur, Polres Malang Siapkan Rekayasa Lalin
Kasatlantas Polres Malang, AKP Widyagana Putra Dhirotsaha saat dikonfirmasi terkait pengamanan lalin wilayah Kabupaten Malang, Kamis (20/3/2025). (Doc. Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Jawa Timur diprediksi bakal diserbu 31,3 juta pemudik pada lebaran 2025. Malang Raya menjadi salah satu tujuan utama di Jawa Timur.

Kepadatan arus kendaraan tidak hanya terjadi di jalur mudik, tetapi juga di kawasan wisata yang menjadi magnet bagi para pelancong.

Untuk mengantisipasi kemacetan total, Kepolisian Resor (Polres) Malang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan pengamanan ekstra ketat.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Widyagana Putra Dhirotsaha menegaskan, Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu bakal menjadi salah satu episentrum lonjakan kendaraan.

Jika hal itu tidak diantisipasi, maka kemacetan parah bisa melumpuhkan jalur utama pada akses menuju destinasi wisata favorit.

"Puluhan juta pemudik akan masuk ke Jawa Timur, dan Malang Raya adalah salah satu titik paling sibuk. Kami sudah memetakan titik-titik rawan kepadatan dan menyiapkan strategi untuk mengurai kemacetan. Terutama di jalur utama seperti Gerbang Tol Singosari, Lawang, Pandaan, dan jalur menuju Blitar," ungkap AKP Widyagana, Kamis (20/3/2025).

Polres Malang juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan bertonase besar mulai 24 Maret hingga 8 April 2025.

Truk-truk bermuatan berat dilarang melintas di jalur nasional dan provinsi untuk memperlancar arus kendaraan pribadi serta transportasi umum.

Selain jalur mudik, jalur wisata juga menjadi perhatian utama. Polres Malang menyiapkan pos pengamanan di titik-titik strategis seperti Pasar Lawang, Kepuharjo (jalur ke Kota Batu), Tumpang (akses ke Bromo), serta Kepanjen dan Sumbermanjing Wetan (akses pantai selatan). Langkah ini dilakukan untuk memastikan wisatawan bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan berarti.

Tidak hanya itu, puluhan papan peringatan dan cermin cembung telah dipasang di titik-titik rawan kecelakaan. Jalur menuju Pantai Malang Selatan juga dipetakan agar wisatawan dapat memilih rute alternatif yang lebih aman dan lancar.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan di jam-jam puncak, selalu mematuhi aturan lalu lintas, dan memanfaatkan informasi dari pos pengamanan untuk mencari jalur alternatif. Semua langkah ini kami lakukan demi memastikan perjalanan mudik dan wisata berjalan lancar serta aman," tutup AKP Widyagana. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow