Dinkes Kota Mojokerto Bawa Makanan Mengandung Boraks ke Laboratorium
Sampel makanan yang terindikasi mengandung boraks telah dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakpesda) Kota Mojokerto.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Temuan makanan yang disinyalir mengandung bahan pengawet boraks pada inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto, dr. Farida Mariana mengaku telah membawa sampel makanan yang terindikasi mengandung boraks ke Laboratorium Kesehatan Daerah (lakpesda) Kota Mojokerto.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memperjelas kandungan boraks yang terkandung dalam makanan tersebut. Artinya, Dinas Kesehatan akan mengurai apakah masih dalam takaran aman dikonsumsi manusia atau berbahaya.
"Ada tiga produk, ada yang repackaging ada yang produk sendiri," kata dr. Farida saat diwawancarai, Kamis (20/3/2025).
Oleh karena masih dalam pemeriksaan, maka pihaknya belum bisa memastikan kandungan makanan itu berbahaya atau tidak untuk dikonsumsi sebelum keluar hasil dari laboratorium.
"Tadi kerupuk rambak, yang repackaging akan kita lakukan pembinaan dari Disperindag, " jelasnya.
Menurut dia, sidak dan uji laboratorium makanan menurutnya untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan tidak membahayakan.
"Ini untuk memastikan barang-barang yang di-display jelang lebaran ini kan banyak, dipastikan aman secara izinnya, mulai izin edar, BPOM, kedaluwarsa dan juga isi kandungannya," bebernya.
Dia menandaskan, jika hasil uji laboratorium ditemukan persentase kandungan boraks yang membahayakan bagi tubuh manusia, maka pihaknya tidak akan segan untuk melakukan penarikan.
"Untuk pengelola langsung kita tarik, tidak boleh di-display," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

