Dinkes Bondowoso Main Aman, Proyek Puskesmas Mangkrak Dilanjutkan Tahun 2027

Revitalisasi Puskesmas Tegalampel yang mangkrak dipastikan lanjut 2027. Dinkes Bondowoso hindari risiko APBD Perubahan, pembayaran proyek masih menunggu hasil audit progres pekerjaan.

20 Apr 2026 - 18:48
Dinkes Bondowoso Main Aman, Proyek Puskesmas Mangkrak Dilanjutkan Tahun 2027
Pembangunan Puskesmas Tegalampel yang mangkrak dan terkesan terbengkalai (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso yang mangkrak, direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2027.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin memastikan pekerjaan tetap akan dilanjutkan. Namun, karena belum tersedia anggaran dalam APBD awal, penganggaran ulang direncanakan pada tahun 2027. 

Bahkan, kali ini Dinkes tidak berani bertaruh dan mengambil risiko, untuk menganggarkan di APBD Perubahan di tri wulan terakhir tahun 2026. Moch Jasin menilai, pengajuan melalui APBD Perubahan dinilai berisiko, terutama dari sisi waktu pelaksanaan.

“Kalau dipaksakan di APBD perubahan cukup berisiko. Setelah konsultasi, lebih aman dianggarkan kembali pada APBD awal tahun 2027,” jelasnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Senin (20//2026).

Mangkraknya proyek ratusan juta tersebut, kata Jasin, menjadi acuan agar hal yang sama tidak terjadi. Dirinya berupaya meminimalisasi risiko proyek mangkrak dengan memperbaiki manajemen waktu, serta mempertimbangkan kembali pelaksanaan proyek fisik melalui mekanisme lelang, khususnya pada perubahan anggaran.

“Kita akan lebih memanage waktu dan kemungkinan tidak melakukan kegiatan fisik yang membutuhkan lelang di perubahan anggaran, karena risikonya cukup besar,” katanya.

Selain itu, Dinkes juga berharap adanya sistem yang lebih baik dalam proses lelang untuk menyaring rekanan, meskipun diakui bahwa secara administrasi seluruh peserta lelang biasanya telah memenuhi syarat.

“Secara kualifikasi dan administrasi mereka memenuhi, bahkan penawarannya terbaik. Tapi kita berharap ada sistem yang bisa lebih menyaring hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kondisi bangunan yang belum rampung, Dinkes melakukan langkah efisiensi dengan memanfaatkan ruang yang ada serta meminta pihak puskesmas menjaga kondisi bangunan agar tidak semakin menurun kualitasnya.

“Kita minta dilakukan penutupan dan perawatan agar tidak terlihat kumuh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel di Kabupaten Bondowoso dilaporkan mangkrak meski telah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Alokasi Umum (DAU) kesehatan tahun 2025.

Berdasarkan data LPSE Bondowoso, proyek dengan pagu Rp930.540.380 dimenangkan oleh CV Fajar Mulya dari Kabupaten Pasuruan, dengan nilai kontrak Rp744.424.800, setelah mengungguli puluhan peserta lelang lainnya.

Namun hingga kini, proyek tersebut belum rampung dan masalah pembayaran kepada rekanan dan konsultan pengawas, saat ini masih menunggu hasil audit untuk menentukan progres pekerjaan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow