Satpol PP dan Damkar Bondowoso Bersihkan Lembaga Pendidikan Terdampak Banjir Bandang di Desa Wonoboyo

Hingga saat ini seluruh siswa di Desa Wonoboyo belum bisa bersekolah, karena perlengkapan dan seragam sekolah mereka sebagian besar terendam banjir.

05 Feb 2025 - 18:16
Satpol PP dan Damkar Bondowoso Bersihkan Lembaga Pendidikan Terdampak Banjir Bandang di Desa Wonoboyo
Kepala Bidang Tibumtranmas bersama anggota Satpol PP Bondowoso saat membersihkan lumpur di halaman MI Desa Wonoboyo (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Banjir bandang yang terjadi di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, pada Senin (3/2/2025) dan disusul dengan banjir kedua pada Selasa (4/2/2025) sore, memberikan dampak yang luar biasa. 

Selain ada 111 rumah terdampak, banjir bandang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini, juga membuat lembaga pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) juga tidak bisa digunakan, lantaran penuh dengan lumpur.

Oleh sebab itu, pada Rabu (5/2/2025) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bondowoso fokus untuk membersihkan lembaga pendidikan yang ada di Desa Wonoboyo.

Dengan menurunkan personilnya, Kepala Satpol PP dan Damkar Bondowoso, Slamet Yantoko bersama-sama bahu membahu membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam kelas tempat kegiatan belajar mengajar puluhan siswa itu.

“Kami melibatkan kurang lebih 30 personil, terdiri dari petugas Damkar 10 orang, Linmas 10 personil dan Satpol PP Trenggana 10 orang beserta 4 unsur pimpinan, saya sendiri dan Kabid Damkar serta Kabid Tribum,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya juga sudah mempersiapkan bantuan mesin pompa air bertekanan tinggi untuk membantu proses pembersihan. Namun, kata Slamet, saat ini untuk kebutuhan pompa air sudah dipenuhi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kita lihat situasi dan sudah kami siapkan untuk membantu apabila nantinya seluruh relawan dan warga memerlukan mesin sedot air. Kita tunggu besok, dan intinya kami siap membantu,” ujarnya.

Untuk kerja bakti yang dilakukan Satpol PP dan Damkar, fokus membersihkan lembaga pendidikan dan akses jalan menuju pemukiman warga. Karena salah satu MI di Desa Wonoboyo saat ini terpaksa meliburkan puluhan anak didiknya.

“Pembersihan sarana sekolah kemudian membuka akses jalan ke pemukiman warga, serta pengungsian, menjadi target kerja bakti dari Satpol PP dan Damkar. Satuan kami tetap siap siaga untuk menjadi relawan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, semua siswa yang ada di Desa Wonoboyo juga terpaksa tidak bisa bersekolah, karena seragam, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya ada yang hanyut dan terendam lumpur yang dibawa banjir bandang.

Menyikapi hal itu, pemerintah akan segera menginventarisasi kebutuhan bantuan yang akan diberikan kepada siswa terdampak. Hal itu dikatakan langsung oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Haeriah Yuliati, saat berada di lokasi banjir bandang.

“Kita berupaya agar mereka bisa bersekolah. Karena tidak mungkin kita membiarkan mereka untuk terlalu lama tidak sekolah. Secepatnya OPD terkait akan mendata semuanya,” terangnya.

Seperti diketahui, banjir bandang pertama terjadi sekira pukul 23.00 WIB pada Senin (3/5/2025). Kemudian banjir susulan kembali menghantan pemukiman warga pada Selasa (4/5/2025) sore, sehingga membuat 111 rumah terdampak.

Pada Rabu (5/2/2025) ratusan orang dari semua unsur berkumpul dan bekerja bakti untuk membantu membersihkan rumah warga. Ada pula yang membersihkan batu di sisi sungai Wonoboyo yang nantinya akan dibangun tangkis penahan air. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow