Enam Kendaraan di Nganjuk Mogok usai Isi Pertalite di SPBU Pacekulon

Enam kendaraan mogok setelah isi pertalite di SPBU Pacekulon, Nganjuk. Penyebabnya kerusakan katup pompa yang memungkinkan air masuk tangki. SPBU sudah perbaiki dan beri ganti rugi. Pemerintah imbau masyarakat tetap tenang.

03 Jun 2025 - 15:58
Enam Kendaraan di Nganjuk Mogok usai Isi Pertalite di SPBU Pacekulon
Timm teknis mengambil sampel BBM jenis pertalite di SPBU Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, untuk dilakukan serangkaian pengujian. (Foto: Beritasatu.com)

NGANJUK, SJP—Sebanyak enam kendaraan, terdiri atas dua unit mobil serta empat sepeda motor, dilaporkan mengalami gangguan mesin usai mengisi bahan bakar jenis pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan luas di berbagai platform media sosial dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap mutu bahan bakar minyak (BBM) di daerah itu.

Merespons kejadian ini, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputro segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi SPBU, bersama tim dari Pertamina, pengelola SPBU, serta dinas terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Proses Pemeriksaan

Dalam sidak itu, tim teknis melakukan pengambilan contoh pertalite untuk melalui berbagai tahapan pemeriksaan. Antara lain pengecekan tera, pengujian suhu, analisis densitas, serta pengujian menggunakan metode dipstick dengan bantuan pasta khusus untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan air.

Dari hasil analisis sementara, diketahui bahwa bahan bakar yang diambil masih berada dalam batas spesifikasi teknis yang diperbolehkan oleh regulasi pemerintah.

Faktor Penyebab

Berdasarkan keterangan dari Trihandy, penyebab kendaraan mengalami kendala teknis disebabkan oleh gangguan pada komponen delivery valve pump (DVP) atau katup distribusi pada pompa pengisian bahan bakar.

Kerusakan ini memungkinkan air hujan merembes masuk ke tangki penyimpanan bawah tanah. Sehingga bahan bakar menjadi terkontaminasi air.

“Permasalahan sudah selesai, dan enam kendaraan yang terdampak sudah menerima ganti rugi dari pihak SPBU,” ujar Trihandy dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Tindakan Perbaikan

Pihak pengelola SPBU telah menyelesaikan proses perbaikan terhadap tangki bawah tanah yang mengalami kebocoran serta mengganti komponen rusak guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menyerukan kepada warga agar tetap tenang serta segera melaporkan bila menemukan kejadian serupa, dan menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil oleh SPBU maupun pihak Pertamina dalam menangani insiden ini. (**)

Editor: Ali Wafa

Sumber: Beriasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow