Sadarestuwati Ajak Masyarakat Jombang Bijak Bermedsos

Dengan bekal yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko dunia digital.

18 Dec 2025 - 22:39
Sadarestuwati Ajak Masyarakat Jombang Bijak Bermedsos
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sadarestuwati saat menyampaikan materi tentang bijak bermedsos di Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati, mengajak masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital. Hal ini disampaikannya dalam forum edukasi literasi digital yang diikuti lintas generasi di Green Red Hotel, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Kamis (18/12/2025).

Sadarestuwati menegaskan bahwa penguasaan literasi digital kini merupakan sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Dengan bekal yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko dunia digital.

“Dunia digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dari perbankan, perdagangan, hingga interaksi sosial. Karena itu, kemampuan mengelolanya dengan aman sangat penting,” ujarnya.

Politisi tersebut mengakui kemudahan besar yang dibawa digitalisasi, seperti kemudahan transaksi dan akses berbagai layanan. Namun, ia juga mengingatkan ancaman di baliknya, seperti maraknya penipuan atau scamming, akun palsu, serta konten negatif yang mudah diakses tanpa filter.

“Ketidaktahuan akan seluk-beluk digital bisa membuka peluang menjadi korban kejahatan. Dari sisi negatifnya, marak penipuan yang luar biasa. Kalau tidak paham polanya, kita akan mudah tertarik,” tandas Sadarestuwati.

Ia secara khusus menyoroti kerentanan anak-anak terhadap paparan konten negatif di internet. Untuk itu, peran aktif keluarga dan lingkungan dalam pengawasan serta penanaman budi pekerti dalam penggunaan gawai sangat diperlukan.

“Kecerdasan memilih dan menyaring informasi adalah kunci. Tren yang ramai di media sosial belum tentu mengandung nilai kebaikan. Kita harus menjaga identitas dan norma sosial kita,” ungkapnya.

Pada forum tersebut, peserta mendapat pelatihan praktis tentang tata krama berkomunikasi di dunia maya, pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, serta cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks) dan berbagai modus kejahatan siber.

Untuk memberikan perspektif teknis dan ekonomi, penyelenggara juga menghadirkan perwakilan dari Bank Mandiri dan VASPE yang membahas transaksi elektronik yang aman serta peluang usaha melalui platform digital.

“Saya berharap kegiatan ini membuka pikiran masyarakat dalam menggunakan media sosial, bisa memilah dan memilih mana yang baik untuk diambil dan yang buruk ditinggalkan. Dengan cara itu, kita turut menjaga semangat nasionalisme yang dibangun para leluhur,” pungkas Sadarestuwati.

Tingginya Ancaman Penipuan Digital

Ajakan ini sangat relevan melihat data penipuan online 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan di Indonesia. Hingga September 2025, lebih dari 270.000 laporan masuk ke OJK dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 7-8 triliun lebih.

Modus penipuan didominasi oleh phishing (link palsu), lowongan kerja fiktif, investasi bodong, peniruan identitas (termasuk menggunakan AI), dan pemerasan via panggilan video. Survei juga menunjukkan bahwa sekitar 22,12% pengguna internet Indonesia mengalami penipuan online dalam periode April-Juli 2025, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus penipuan digital tertinggi di dunia. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow