Ketika Ratusan Kanvas Perupa Kediri Raya Kuasai Kampus Pawyatan Daha
Pameran Seni Rupa HUT ke-102 Yayasan Pawyatan Daha Kediri menghadirkan 100 karya dari 40 perupa Kediri Raya, meleburkan aliran realis hingga abstrak murni.
KEDIRI, SJP – Bau cat minyak yang khas langsung menyergap siapapun yang melangkah masuk ke dalam kampus Universitas Pawyatan Daha, Jalan Sukarno Hatta, Tepus, Kediri.
Ruang akademis itu mendadak bersalin rupa menjadi galeri seni raksasa. Sebanyak 100 karya lukis dari berbagai aliran berjejer rapi, memancarkan energi kreatif yang pekat.
Gelaran bertajuk Pameran Seni Rupa dalam rangka HUT Yayasan Pawyatan Daha ke-102 ini menjadi magnet baru di Kediri. Selama tiga hari, dari Sabtu (24/5/2026) hingga Senin (25/5/2026), ruang pameran tersebut menjadi saksi meleburnya ide dan imajinasi dari 40 perupa Kediri Raya, yang bersanding harmonis dengan karya-karya dari warga internal yayasan mulai dari para guru, dosen, karyawan, hingga kreasi polos para siswa dari jenjang TK hingga mahasiswa.
Keunikan utama dari pameran ini terletak pada keberaniannya meruntuhkan sekat-sekat kelas dalam seni. Ketua Panitia sekaligus
Koordinator Pameran, Ali Shodiqin, menegaskan bahwa mereka sengaja tidak menonjolkan satu pun karya sebagai mahakarya. "Tidak ada masterpiece di sini. Semua perupa punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," ungkap Ali Shodiqin.
Prinsip "duduk sama rendah, berdiri sama tinggi" ini melahirkan sebuah ruang pameran yang sangat demokratis. Pengunjung disuguhi lanskap visual yang luar biasa kaya.
Dalam satu ruangan, mata publik dimanjakan oleh presisinya lukisan beraliran naturalis dan realis, lalu seketika diajak memeras otak lewat liarnya emosi pada karya kubistis, impresionis, ekspresionis, hingga abstraksi figur dan abstrak murni.
Bagi Ali, pameran yang baru pertama kali diadakan di lingkungan kampus Universitas Pawyatan Daha ini membawa dampak segar. Di tengah minimnya ruang apresiasi, pameran ini hadir sebagai laboratorium visual, ruang referensi hidup, sekaligus penambah wawasan seni rupa yang sangat berharga, khususnya bagi generasi muda.
Dari pameran ini pula, para perupa diharapkan bisa saling sharing, bertukar pengalaman, dan mengevaluasi kualitas karya, baik dari segi eksplorasi media, kematangan teknik, hingga muatan pesan.
Keberhasilan pameran yang digawangi oleh Ali Shodiqin bersama Santoso (Sekretaris) dan Ucik Retnoasih (Bendahara) ini kian lengkap berkat serangkaian kegiatan pendukung yang dikonsep apik untuk menarik massa lintas generasi.
Acara HUT Yayasan Pawyatan Daha ke-102 diawali pada Sabtu (23/5/2026) pagi dengan jalan santai bersama seluruh warga besar Yayasan Pawyatan Daha.
Tepat setelah jalan sehat selesai dan riuh pengambilan tiket berhadiah usai, pameran seni rupa ini dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis oleh Ketua Pembina Yayasan, Drs. H. Lilik Sutrisno, MM. Sontak, aliran massa dari peserta jalan santai, tokoh-tokoh senior yayasan, alumni, hingga simpatisan langsung memadati ruang pameran yang bersebelahan dengan lokasi acara.
Tak berhenti di situ, denyut kemeriahan pameran berlanjut pada hari Minggu (24/5). Area kampus kembali dipadati oleh sekitar 70-an anak bersama ibunya yang antusias mengikuti lomba "Mamamia" dan mewarnai tingkat SD (kelas 1-3) untuk umum.
Melalui kehadiran lomba pendukung ini, atmosfer seni di kampus Pawyatan Daha terasa kian membumi, meriah, dan berhasil memikat atensi yang luas dari segmen keluarga di Kediri Raya. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

