Rusak Taman dan Resahkan Warga, Wali Kota Surabaya Kecam Permainan Koin Jagat

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kecam keras Koin Jagat yang rusak taman dan ganggu warga. "Ada motor yang kecelakaan karena orang-orang mengejar koin. Ini merusak fasilitas umum dan membuat masyarakat resah".

13 Jan 2025 - 19:59
Rusak Taman dan Resahkan Warga, Wali Kota Surabaya Kecam Permainan Koin Jagat
Bentuk Koin Jagat yang belakangan menuai kontroversi akibat dampaknya di masyarakat. (Istimewa/SJP)

SURABAYA, SJP - Fenomena aplikasi Koin Jagat yang sedang viral di berbagai kota menuai kritik keras dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Aktivitas berburu koin melalui aplikasi ini dinilai telah meresahkan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan bahkan melanggar norma sosial di kota pahlawan.

“Ini saya mau cari siapa pelakunya. Jangan mengganggu kedamaian Surabaya, jangan merusak kota Surabaya. Kalau ada videonya, laporkan!,” tegas Eri Cahyadi, saat ditemui usai melakukan peninjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Taquma Surabaya, Senin (13/1/2025).

Apa Itu Koin Jagat?

Koin Jagat merupakan bagian dari tantangan yang diperkenalkan aplikasi Jagat, yang memungkinkan pengguna berburu koin virtual di lokasi tertentu menggunakan perangkat mereka. Koin ini bisa ditukarkan dengan uang tunai, sehingga menarik banyak orang untuk berpartisipasi.

Namun, metode penyebaran koin yang tidak terkontrol, dengan meletakkannya di berbagai tempat umum, memicu perilaku tidak bertanggung jawab. Banyak laporan tentang pemain yang berburu koin dengan merusak taman kota, memanjat pagar rumah warga, dan bahkan menyebabkan kecelakaan di jalan raya.

Meresahkan Masyarakat

Eri Cahyadi menyoroti dampak buruk fenomena ini terhadap kota Surabaya. Ia mencontohkan kerusakan fasilitas umum, termasuk taman kota yang menjadi salah satu fasilitas umum yang ditonjolkan di Kota Pahlawan.

“Tamanku rusak semua gara-gara ini. Sampai ada pagar warga dipanjat. Ada motor yang kecelakaan karena orang-orang mengejar koin. Ini merusak fasilitas umum dan membuat masyarakat resah,” jelasnya.

Ia juga mengkritik keras metode berburu koin yang dinilai merendahkan martabat manusia. Baginya, perilaku yang ditimbulkan dari permainan ini sangat bertentangan dengan norma dan nilai agama.

“Kalau niatnya amal, kenapa tidak diberikan langsung ke pesantren, panti asuhan, atau fakir miskin? Jangan sampai orang disuruh lari-lari dan berebut seperti ini. Harga diri kita sebagai manusia di mana?” kata Eri.

Langkah Tegas Pemerintah Kota

Sebagai respons, Pemkot Surabaya telah mengambil sejumlah langkah. Satpol PP diminta bertindak tegas dan melaporkan temuan. Pemerintah juga telah mengumpulkan video bukti kerusakan akibat fenomena ini.

“Kita sudah lapor ke polisi dan minta pelakunya bertanggung jawab. Saya juga meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir aplikasi ini. Koin Jagat ini tidak mendidik sama sekali, malah merusak," ucap Eri.

Eri menegaskan komitmennya untuk menjaga kedamaian dan ketertiban di Surabaya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam kegiatan yang merugikan lingkungan maupun diri sendiri.

“Surabaya ini harus damai, harus bersih, harus tertib. Jangan ada yang merusak lagi. Kita kejar terus pelakunya, dan kita pastikan ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Koin Jagat mungkin menarik perhatian karena hadiah uang tunainya, kendati demikian, dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap fasilitas umum, masyarakat, dan norma sosial tidak bisa dibiarkan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow