Rupiah Melemah Imbas Konflik Iran-Israel dan Sentimen Pasar

Rupiah melemah ke Rp 16.303 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan sikap hati-hati investor menunggu keputusan The Fed dan BI.

19 Jun 2025 - 06:07
Rupiah Melemah Imbas Konflik Iran-Israel dan Sentimen Pasar
Ilustrasi Rupiah (@pinterest)

SUARAJATIMPOST.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan mengalami tekanan. Salah satu penyebab utama adalah situasi geopolitik yang memanas akibat konflik antara Iran dan Israel.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyampaikan bahwa indeks dolar AS mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya, dari 98,20 menjadi 98,77.

"Ini efek dari konflik perang Iran Israel yang belum berhenti dan AS yang mulai mengintervensi membantu Israel,” ucapnya eperti dikutip dari Beritasatu.com Rabu (18/6/2025).

Di sisi lain, para pelaku pasar masih menantikan arah kebijakan suku bunga dari bank sentral AS, Federal Reserve. Harapan adanya pelonggaran kebijakan moneter muncul karena kondisi ekonomi AS sedang dalam tekanan.

“Kalau ini terjadi, dolar malah bisa tertekan,” ujar dia.

Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan ekspektasi kebijakan The Fed, Ariston memperkirakan dolar AS tidak akan menguat terlalu signifikan terhadap rupiah dalam waktu dekat.

"Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.300, dengan support di kisaran Rp16.250,” kata Aris.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar masih menunggu keputusan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung hari ini. Menurut Ariston, kemungkinan besar suku bunga tidak akan diturunkan.

“Apalagi sekarang ada perang baru,” ungkapnya.

Pada awal perdagangan Rabu pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.303 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.290. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Beritasatu.com

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow