Kunjungan Wisman ke Jawa Timur Melejit di Mei 2025, Naik Tajam Berkat Kawah Ijen dan Bromo KOM
Wisman ke Jatim naik 34 persen pada Mei 2025, dipicu membludaknya kunjungan ke Kawah Ijen dan gelaran internasional Bromo KOM yang diikuti wisatawan dari 19 negara.
SURABAYA, SJP - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melonjak tajam pada Mei 2025.
Lonjakan tersebut dipicu membludaknya pengunjung ke kawasan wisata alam unggulan seperti Kawah Ijen dan terselenggaranya ajang internasional Bromo KOM 2025 yang diikuti ribuan pesepeda dari dalam dan luar negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda pada bulan tersebut mencapai 33.409 orang, naik 34,71 persen dibandingkan April yang hanya mencatat 24.800 kunjungan.
Angka tersebut juga mencatat kenaikan 7,00 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan jumlah wisman Mei 2024 lalu.
"Event internasional seperti Bromo KOM serta daya tarik wisata alam seperti Kawah Ijen telah memberi pengaruh positif terhadap arus masuk wisman ke Jawa Timur," ujar Zulkipli, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Senin (7/7/2025).
Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Jatim tentang perkembangan pariwisata bulan Mei 2025, dapat diketahui wisman terbanyak datang dari:
- Tiongkok: 11.163 kunjungan (33,41% dari total)
- Malaysia: 9.988 kunjungan (naik 89,63% m-to-m)
- Singapura: 3.035 kunjungan (9,08%)
"Kunjungan dari Malaysia melonjak drastis, hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya," tambah Zulkipli.
Peningkatan kunjungan dari negara-negara Asia Tenggara dan Timur Asia juga menunjukkan bahwa Jawa Timur mulai menarik kembali pasar-pasar utama wisatawan, pasca pandemi yang semoat secara menyeluruh meredup.
Kawah Ijen Macet, Event Bromo Gaet Ribuan Wisatawan
Selama Mei, Kawah Ijen di Banyuwangi dilaporkan mengalami lonjakan wisatawan hingga menyebabkan kemacetan di jalur pendakian.
Sementara itu, Bromo KOM 2025, sebuah ajang gowes internasional dari Surabaya ke kawasan Gunung Bromo menjadi magnet baru yang mendatangkan wisatawan dari 19 negara.
"Terlihat bahwa event berbasis alam terbukti menjadi daya tarik besar, terutama saat dikemas dengan skala internasional," kata Zulkipli.
Durasi menginap rata-rata wisman (RLMT) tercatat 1,67 hari, alias lebih tinggi dibanding wisatawan domestik (1,45 hari). Meski turun sedikit dari bulan sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan bahwa wisman cenderung menghabiskan waktu lebih lama di Jawa Timur.
Kenaikan jumlah wisman ini menjadi indikator awal pemulihan pariwisata internasional Jawa Timur setelah beberapa tahun terdampak pandemi dan pembatasan global.
"Jika momentum ini terus dijaga melalui promosi destinasi dan penyelenggaraan event berstandar internasional, bukan tidak mungkin jumlah kunjungan wisman ke Jatim tahun ini akan melampaui angka sebelum pandemi," pungkas Zulkipli. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

