Dukung Kemandirian Pangan, Polindes Jadi Ujung Tombak Pengembangan Akuaponik di Tuban
Polindes Wadung, Tuban, bersama PT Kilang Pertamina Internasional mengembangkan pangan mandiri berbasis akuaponik melalui Program Cantik di Hati guna menekan angka stunting.
TUBAN, SJP — Poliklinik Desa Kartika Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban, berkolaborasi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (PRPP) mengembangkan pangan mandiri berbasis akuaponik untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Penyerahan perangkat akuaponik berlangsung di Balai Desa Wadung, Sabtu (30/8/2025), dirangkai program edukasi kesehatan bertajuk Cantik di Hati, melibatkan kader Posyandu serta tim penggerak PKK.
“Alhamdulillah, melanjutkan kegiatan serupa dari tahun sebelumnya, kami kembali menyelenggarakan program Cantik di Hati. Meski angka stunting menurun, program kesehatan masyarakat harus berkesinambungan,” ujar Yuli Witantra.
Yuli Witantra, Senior Officer Corporate Social Responsibility PRPP, menegaskan Polindes memiliki peran strategis mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, termasuk ketersediaan pangan bergizi dan pemenuhan kebutuhan makanan mandiri.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Jenu, Muhammad Syaifudin Zuhri. Menurutnya, langkah PRPP selaras dengan program pemerintah menekan prevalensi stunting di Kabupaten Tuban.
“Stunting ini pekerjaan rumah bersama, bukan hanya pemerintah desa atau kecamatan, tetapi seluruh masyarakat. Peran perusahaan dalam edukasi kesehatan seperti ini harus dimanfaatkan,” kata Syaifudin.
Selain perangkat akuaponik, kegiatan menghadirkan materi edukasi dari Puskesmas Jenu terkait higienitas makanan, juga pelatihan perkebunan dan perikanan akuaponik oleh Komunitas Kampoeng Tani Tuban.
Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, mengapresiasi program tersebut. Dia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan dan berkelanjutan di desanya agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami merasakan kepedulian konsisten dari PRPP. Semoga program-program seperti ini tetap dijalankan di masa mendatang,” ucap Gihanto menutup pernyataannya.
Program Cantik di Hati sudah berjalan sejak 2024. Kegiatan ini mendukung pilar kedua Asta Cita tentang kemandirian pangan sekaligus komitmen PRPP pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Secara khusus, program menyasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 2, Tanpa Kelaparan, dan nomor 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

