Rumah Warga Sukodono Tulungagung Terbakar, Diduga Akibat Lilin yang Ditinggal Bocah
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sejumlah barang milik korban hangus terbakar.
TULUNGAGUNG, SJP - Kebakaran menimpa rumah milik Mulyono, warga Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Selasa (23/9/2025) siang.
Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar karena api cepat membesar dan menyambar material mudah terbakar di gudang bagian belakang rumah.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung segera meluncur ke lokasi dengan dua unit mobil damkar dan satu truk suplai air.
Namun saat tim tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga menggunakan air dari sumur yang berada di belakang rumah.
Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa bagian rumah yang terbakar merupakan ruangan belakang yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang-barang keperluan rumah tangga. Di dalamnya terdapat plastik, kasur, serta tumpukan kayu yang mudah terbakar.
“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, penyebab kebakaran diduga karena cucu pemilik rumah yang masih duduk di bangku sekolah dasar membuat layangan menggunakan lilin, lalu ditinggal. Api kemudian menyambar tumpukan barang di gudang hingga membakar sebagian atap bangunan,” kata Bambang.
Beruntung, api bisa segera dikendalikan warga sebelum menjalar ke bagian rumah lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sejumlah barang milik korban hangus terbakar.
“Kalau tidak cepat dipadamkan, api bisa lebih besar karena material di gudang sebagian besar mudah terbakar. Kami bersyukur warga cepat tanggap sehingga api tidak sampai merembet ke rumah utama,” tambah Bambang.
Pihak Damkar Tulungagung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang melibatkan anak-anak. Pengawasan orang tua sangat diperlukan agar aktivitas anak yang berisiko menyalakan api tidak menimbulkan bencana.
“Kami minta masyarakat lebih waspada, terutama mengawasi putra-putrinya. Jangan sampai bermain dengan benda-benda yang bisa menimbulkan kebakaran seperti lilin, korek api, atau kembang api,” tegas Bambang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebakaran rumah bisa dipicu oleh hal sepele. Dengan kewaspadaan dan kerja sama antara warga dan petugas, dampak kebakaran diharapkan dapat diminimalisir. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

