Menemukan Ketenangan di Rumah Matoa Nganjuk, Tempat Ngopi yang Menawarkan Lebih dari Sekadar Ngopi

Selain suasana nyaman yang menyatu dengan alam, Rumah Matoa Coffee and Culinary menghadirkan beragam kopi serta sajian makanan yang menggugah selera.

24 Feb 2025 - 09:04
Menemukan Ketenangan di Rumah Matoa Nganjuk, Tempat Ngopi yang Menawarkan Lebih dari Sekadar Ngopi
Cafe Matoa di dusun Sedan Desa Kemlokolegi Baron (kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Aroma khas kopi yang baru diseduh merebak ketika cangkir-cangkir disajikan di atas meja. Tak menunggu lama, seorang pria yang asyik bercengkerama dengan temannya bergegas menyeruput kopi, lantas menghisap rokoknya dalam-dalam.  

Ruang mereka bercakap di Dusun Sedan, Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron, Nganjuk ini menawarkan ketenangan bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kota. Rumah Matoa Coffee and Culinary. Ya, Rumah Matoa bukan sekadar tempat ngopi biasa, melainkan sebuah ruang yang memadukan nuansa asri, vintage, dan kenyamanan bak di rumah sendiri.

Bagi pecinta kopi, Rumah Matoa menghadirkan berbagai pilihan yang menggoda selera. Mulai dari kopi hitam klasik yang nikmat hingga variasi modern seperti kopi caramel dan matcha latte. Sambil menyeruput kopi favorit, pengunjung bisa menikmati beragam sajian makanan seperti gurami bakar, lele bakar, ayam bakar, rica-rica mentok, hingga cah kangkung yang menggugah selera. Semua bisa dinikmati dengan suasana santai, bahkan tersedia fasilitas karaoke gratis untuk menambah keseruan.

“Buat kami, ngopi di sini jadi momen yang menyenangkan. Selain kopinya yang enak, tempatnya juga asyik buat ngobrol bareng teman-teman,” ujar Dito, salah satu pelanggan setia.

Tak sekadar tempat menikmati kopi dan makanan, Rumah Matoa juga sering mengadakan acara musik akustik dan open mic. Hal ini menjadikannya lebih dari sekadar kafe atau warung, melainkan ruang kreatif bagi anak muda untuk mengekspresikan diri.

Menariknya, pemilik Rumah Matoa, Agus Bedil, mengaku tempat ini memang tidak diberi label khusus sebagai kafe atau warung. “Kalau disebut kafe, menunya kurang cocok. Tapi kalau dibilang warung, tempatnya mirip kafe. Jadi, kami putuskan untuk langsung pasang nama di setiap plang saja,” ujar Agus sambil tersenyum.

Dengan harga yang bersahabat, mulai dari Rp13 ribu, pengunjung bisa menikmati beragam menu yang tersedia. Rumah Matoa buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, menjadikannya tempat yang cocok untuk sarapan, makan siang, atau sekadar bersantai menikmati sore.

Jadi, jika kamu mencari tempat yang nyaman, jauh dari keramaian, dan menawarkan suasana syahdu, Rumah Matoa Coffee and Culinary bisa menjadi pilihan yang tepat. Hadir bukan hanya sebagai tempat makan dan ngopi, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan berbagi cerita dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow