Rotasi Jabatan di Bondowoso Bukan Hadiah atau Hukuman, Eselon III dan IV Bakal Digelar
Usai mutasi eselon II, Pemkab akan melaksanakan mutasi jabatan eselon III dan IV, yang saat ini draft-nya sudah rampung, tinggal pembahasan di Tim Penilai Kinerja dan diusulkan untuk mendapatkan Pertek.
BONDOWOSO, SJP – Suasana kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini tengah memasuki babak baru. Setelah hiruk pikuk Pilkada usai, roda pemerintahan kembali berputar menuju fokus utama, yakni peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah proses rotasi dan mutasi jabatan yang sedang berlangsung, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, pergeseran posisi dalam birokrasi, khusunya di tingkat pejabat tinggi pratama setingkat eselon II adalah bagian wajar dari dinamika pemerintahan.
Bahkan, kata Sekda, pasca pergeseran 7 pejabat eselon II beberapa waktu lalu, tidak perlu ada anggapan bahwa mutasi adalah hukuman, atau promosi adalah hadiah istimewa.
“Promosi dan mutasi adalah hal biasa dalam pemerintahan. Ini bukan sesuatu yang istimewa. Jangan sampai ada anggapan bahwa satu perangkat daerah lebih baik atau lebih buruk dari yang lain,” ujarnya, dikonfirmasi usai rapat kinerja bersama seluruh camat di Sabha Bina Praja I, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) punya peran penting dalam mendukung pelayanan publik.
“Semua perangkat daerah adalah roda dari sistem pelayanan. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” lanjutnya.
Pernyataan ini menjadi semacam pengingat, bahwa di balik proses rotasi jabatan, ada semangat pembaruan dan penyegaran dalam tubuh birokrasi.
“Pemerintah ingin memastikan setiap pejabat berada di posisi yang tepat, sesuai kompetensi dan kebutuhan daerah,” pesannya.
Lebih jauh, Fathur Rozi menekankan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalisme aparatur pasca-Pilkada.
“Pilkada sudah selesai. Bupati adalah milik rakyat Bondowoso. Sekarang saatnya bekerja, melayani masyarakat tanpa perbedaan,” tegas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo ini.
Mutasi Bakal Berlanjut ke Eselon III dan IV
Saat ini, Pemkab Bondowoso tengah menyelesaikan rotasi jabatan untuk level eselon II, yang nantinya akan diikuti pergeseran di eselon III dan IV. Prosesnya, kata Sekda, dilakukan secara bertahap dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pemetaan untuk eselon III dan IV sudah kami siapkan. Tinggal dibahas di Tim Penilai Kinerja (TPK), disampaikan ke Bupati, lalu diusulkan ke BKN untuk mendapatkan Pertek,” jelasnya.
Meski belum ada tanggal pasti, draf rotasi dan mutasi eselon III serta IV, sudah dalam tahap akhir pembahasan.
“Yang jelas, semua dilakukan secara transparan dan objektif,” tutupnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemkab Bondowoso memutasi 7 pejabat eselon II. Di antaranya :
- Hendri Widitono sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan dimutasi menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.
- Dr. Hary Sucahyono yang sebelumnya menjabat sebagai asisten III dimutasi menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.
- Mulyadi sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dimutasi menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
- Haeriyah Yuliati yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, dimutasi menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
- Mahfud Junaedi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia, dimutasi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
- Sigit Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dimutasi menjadi kepala Kepala Dinas Perhubungan.
- Nunung Setianingsih, yang awalnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja, digeser menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

